Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Teknik dan Vokasi Bidang Otomotif dilaksanakan secara hybrid pada Kamis, 13 Maret 2025, bertempat di Gedung Pascasarjana Lantai 5, Universitas Pendidikan Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait kebijakan dan pelaksanaan PKB bagi guru kejuruan bidang otomotif, serta memvalidasi model yang dikembangkan dalam riset penguatan kompetensi guru. FGD ini merupakan inisiasi dari mahasiswa program doctor Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, dengan TVET RC berperan sebagai mitra pelaksana sekaligus Lembaga penyedia pelatihan dalam kerangka riset tersebut. FGD ini menghadirkan perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Cabang Dinas, Kepala SMK, pengelola program pelatihan industri seperti Honda, dan akademisi dari UPI. Pembahasan meliputi kerangka kebijakan PKB yang mengacu pada Permendikbud No. 34 Tahun 2018, strategi pelaksanaan mentoring, magang industri, serta sistem sertifikasi kompetensi guru. Disampaikan bahwa guru wajib memiliki ijazah S1, sertifikat pendidik, sertifikat keahlian, dan menguasai empat kompetensi inti. Dinas Pendidikan Riau menekankan kolaborasi dengan industri serta pentingnya monitoring dan evaluasi terhadap guru produktif di 12 kabupaten/kota. Berbagai pihak menyoroti pentingnya fasilitasi pelatihan yang merata, penguatan peran MGMP, dan integrasi teknologi seperti AI dalam pembelajaran otomotif. Industri juga memberikan gambaran tentang struktur sertifikasi yang diterapkan di sekolah binaan, serta potensi replikasi pada sekolah non-binaan melalui dukungan dinas. Riset PKB ini dinilai dapat menjadi dasar kebijakan pengembangan guru di bidang otomotif. Luaran kegiatan ini berupa pemetaan praktik baik, tantangan implementasi, dan penguatan model PKB berbasis sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan, industri, LSP, dan perguruan tinggi. Model ini diharapkan dapat diadopsi sebagai bagian dari kebijakan penguatan kompetensi guru produktif di seluruh wilayah Indonesia, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi kendaraan dan tantangan pendidikan vokasional modern.





