Audiensi dan Diskusi Bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi

Kegiatan audiensi dan diskusi bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2025 bertempat di Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan peta jalan pengembangan platform pelatihan digital Gentera serta memperoleh dukungan kebijakan dan sinergi program dari pemerintah pusat, khususnya dalam upaya transformasi digital pendidikan vokasi di Indonesia. Dalam pertemuan ini, tim dari TVET Research Center memaparkan secara komprehensif mengenai konsep dasar Gentera sebagai platform pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi guru SMK, mahasiswa vokasional, dan tenaga profesional industri. Gentera dirancang untuk menyediakan pelatihan tematik berbasis kebutuhan industri, terintegrasi dengan sistem sertifikasi digital, dan mengusung nilai inklusivitas serta keberlanjutan. Paparan juga mencakup keunggulan platform dari sisi sistem navigasi, LMS, fitur komunitas kolaboratif (G4G), serta model pembelajaran campuran (blended learning). Dirjen Vokasi menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan beberapa masukan strategis, antara lain pentingnya interoperabilitas sistem Gentera dengan platform pemerintah, integrasi data pengguna dengan Dapodik/PD-DIKTI, serta penguatan aspek keterlibatan industri. Diskusi juga membahas kemungkinan kolaborasi dalam bentuk pilot project pelatihan nasional yang dapat diinkubasi melalui Gentera dengan dukungan dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI). Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya komunikasi awal dan komitmen dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi terhadap pengembangan Gentera. Langkah selanjutnya adalah menyusun nota kesepahaman dan proposal rinci untuk kegiatan kolaboratif lintas kementerian. Audiensi ini juga menandai titik awal integrasi Gentera dalam ekosistem kebijakan vokasi nasional dan memperkuat posisi TVET RC sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pendidikan vokasional berbasis digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *