Era Society 5.0 adalah era dimana masyarakat mulai dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan
permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir pada era revolusi industri
4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala permasalahan), Artificial Intelligence
(kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar dan menyeluruh), dan robot untuk
membantu dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Society 5.0 juga dapat diartikan sebagai
sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi.
Sebagai pendidik di era society 5.0, para guru perlu memiliki keterampilan dibidang digital dan
berpikir kreatif. Menurut Zulfikar Alimuddin, Director of Hafecs (Highly Functioning Education
Consulting Services) menilai bahwa di era society 5.0 guru dituntut untuk lebih inovatif dan
dinamis dalam mengajar di kelas. Oleh karena itu, ada tiga hal yang harus dimanfaatkan para
pendidik di era society 5.0 ini, diantaranya Internet of things (IoT), Virtual/Augmented reality, serta
Artificial Intelligence (AI) untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang
dibutuhkan oleh pelajar.
Semakin kompleksnya pekerjaan di era society 5.0, maka dibutuhkan kematangan kompetensi yang
tinggi, salah satunya adalah keterampilan kerja. Keterampilan kerja ini sangat penting untuk
dipelajari oleh siswa, khususnya siswa pendidikan vokasional yang nantinya akan diorientasikan
untuk bekerja.
Lulusan SMK harus dibekali dengan keterampilan kerja (hard skill) yang baik, selain soft skill yang
dimiliki. Untuk dapat memberikan bekal hard skill tersebut maka diperlukannya program magang
yang merupakan bagian dari pelatihan kerja yang perlu dilakukan sebagai salah satu syarat
menyelesaikan pendidikan. Dengan adanya program magang tersebut, mereka bisa mulai
beradaptasi dengan dunia kerja untuk membiasakan diri bekerja sesuai dengan kompetensi yang
dimilikinya.
Selain siswa SMK, program magang juga dibutuhkan oleh guru SMK. Melalui kegiatan magang,
guru dapat meningkatkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan yang
ada. Sehingga materi yang guru ajarkan juga semakin komprehensif dan relevan.
Efektivitas Program Magang terhadap Kinerja di Bidang Industri
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 15 dan pasal 18 (Menteri
Pendidikan Nasional 2003), menyatakan bahwa SMK termasuk satuan pendidikan menengah
kejuruan sebagai lanjutan dari pendidikan dasar yang bertujuan mempersiapkan peserta didik
terutama dalam bidang pekerjaan tertentu.
Perkembangan IPTEK di era society 5.0 sering berjalan lebih cepat dari pada perkembangan
IPTEK yang ada di SMK itu sendiri. Hal ini menyebabkan kompetensi keahlian yang diajarkan di
SMK sering mengalami kesenjangan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia
industri sehingga lulusan SMK belum siap bekerja saat lulus. Untuk mengatasi kesenjangan ini,
SMK harus melakukan program magang dengan mengirimkan siswa ke dunia usaha dan dunia
industri. Melalui program magang, siswa diberikan kesempatan untuk dapat merasakan bagaimana
teori bekerja di kehidupan nyata. Dalam konteks lingkungan kerja yang dinamis dan sangat
kompetitif, industri akan berusaha mencari lulusan yang kompeten. Sehingga lembaga pendidikan
memberikan perhatian khusus akan hal tersebut.
Lulusan SMK harus selalu dekat dengan dunia kerja (Djojonegoro, 1998:34) dan didukung oleh
SDM guru yang profesional dan memiliki wawasan mendalam tentang dunia kerja baik dunia usaha
maupun dunia industri. Upaya untuk mewujudkan guru yang profesional dan kompeten tidak cukup
dengan mengikuti program sertifikasi dan pemberian tunjangan profesi, namun ada dimensi yang
harus dipenuhi agar profesionalitas guru tetap terjaga, dan selalu meningkat sesuai dengan
kebutuhan serta tuntutan yang berkembang; antara lain dengan pengembangan keprofesian
berkelanjutan (Sujianto, dkk., 2011:2).
Oleh karena itu, guru bidang produktif hendaknya memiliki kemampuan kerja industri sebagai
bekal untuk pembelajaran berbasis kompetensi. Untuk itu guru-guru bidang produktif perlu
diberikan pelatihan penguasaan kompetensi industri dan penguasaan pendidikan berbasis
kompetensi (competency based education). Pelatihan kompetensi industri bagi guru kejuruan
bidang produktif, disarankan supaya dilakukan dalam bentuk wajib kerja praktek di industri. Untuk
merealisasikan kegiatan tersebut, guru kejuruan bidang produktif di SMK secara bergantian
ditugaskan mengikuti praktek kerja nyata di industri yang dalam hal ini adalah program magang
industri (Rahman, 2013:23).
