OPTIMALISASI PROGRAM MAGANG BAGI GURU DAN SISWA SMK TERHADAP KEBUTUHAN INDUSTRI DI ERA SOCIETY 5.0 (2)

Diskusi (Program Magang Bagi Guru dan Siswa SMK yang Masih Belum Optimal)


Kemajuan teknologi memungkinkan pembelajaran di tingkat vokasi harus dilakukan seefektif
mungkin, sehingga dapat memberikan lebih banyak ruang untuk memperoleh keterampilan yang
melibatkan pengetahuan dan kompetensi yang telah mereka peroleh sebelumnya.
Pada era society 5.0 telah mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik, sehingga semakin
kompleks pekerjaan yang dibutuhkan. Era ini difokuskan pada human-centered yang berbasis
teknologi maka dari itu prospek kerja pun menjadi semakin luas. Namun, pada kenyataannya
sumber daya manusia yang diperuntukkan bagi kebutuhan dunia industri saat ini masih belum
memenuhi standar kompetensi yang seharusnya.
Dalam peningkatan kualitas siswa maka diperlukannya pendidikan vokasional yang lebih
menekankan penyiapan kompetensi lulusan yang sesuai dengan dunia kerja, untuk itu keberhasilan
peserta didiknya juga akan diuji langsung di lapangan pekerjaan selama beberapa bulan. Hal
tersebut dapat terwujud dengan adanya program magang yang optimal. Dibutuhkan pembekalan
seperti hard skill dan soft skill dari guru kompetensi tersebut untuk mewujudkan program magang
yang optimal.
Namun, kenyataannya kebanyakan guru kejuruan tidak berpengalaman di bidang industri. Karena
secara teoritis, guru hanya mengajarkan apa yang diketahuinya, apa yang tersedia di buku teks, apa
yang dikuasainya, dan mentransfer nilai-nilai melalui perilaku kerjanya. Hal ini terjadi karena
belum terprogramnya secara periodik program magang guru di SMK, sehingga berdampak pada
keterbatasan pengetahuan dan wawasan guru dalam memahami dan menghadapi proses produksi di
industri.
Melalui pelaksanaan magang guru SMK, baik di industri maupun dengan rekan sesama guru, maka
dapat meningkatkan pemahaman terhadap prosedur kerja yang benar, keterampilan yang
dibutuhkan, dan pengetahuan yang memadai. Sehingga guru tidak menebak lagi bagaimana cara
mengajarkan kompetensi yang dibutuhkan peserta didiknya dan dapat menghasilkan output yang
baik dalam proses mentransfer ilmu kepada siswa.


Solusi (Pengoptimalisasian Program Magang Sesuai Kebutuhan Industri di Era Society 5.0)
Melihat beberapa permasalahan yang terdapat dalam penyiapan tenaga kerja dibidang industri
dalam era society 5.0, semua berfokus kepada program magang yang belum diterapkan secara
optimal bagi siswa maupun guru yang berperan sebagai tenaga pendidik.
Program magang yang optimal dapat dilaksanakan dengan berbagai cara, salah satu cara yang dapat
dilakukan dalam program magang bagi guru adalah dengan menugaskan guru produktif SMK
untuk mengikuti kegiatan magang kerja langsung di industri yang relevan. Di samping itu juga
dapat dilakukan dengan cara pihak sekolah yang mengundang pekerja ahli dari industri untuk
memberikan diklat bagi guru produktif di sekolah atau melalui peer learning di SMK yang di mana
guru produktif junior melakukan magang kepada guru produktif senior yang telah memiliki
pengalaman magang di industri.
Pada era society 5.0, dunia pendidikan mulai dihadapkan dengan berbagai tantangan yang
kompleks. Sehingga mengharuskan guru SMK juga harus bisa menghadapi berbagai tantangan
tersebut, diantaranya: (1) perkembangan IPTEK yang cepat dan pesat akan membutuhkan guru
yang berkarakteristik adaptif responsif, arif dan bijaksana; (2) arus negatif globalisasi akan
membutuhkan guru yang bisa berperan aktif dan bijaksana sebagai fasilitator dan pembimbing para
peserta didik; (3) krisis sosial, seperti kriminalitas dan pengangguran akan membutuhkan guru yang

responsif; (4) krisis ide yang akan membutuhkan guru berperan sebagai penjaga nilai-nilai
termasuk nilai nasionalisme kepada para peserta didiknya; dan (5) perdagangan bebas akan
membutuhkan guru yang visioner, kompeten dan berdedikasi tinggi sehingga mampu membekali
peserta didik dengan sejumlah kompetensi yang diperlukan sebagai bekal menghadapi persaingan
global.
Agar program magang tersebut juga optimal bagi siswa SMK, sebaiknya program magang
disesuaikan dengan minat dan bakat siswanya. Program magang yang tidak sesuai atau linier
dengan minat siswa hanya akan membuang waktu dengan sia-sia. Selain dengan mengikuti
program magang yang sesuai dengan minat, siswa SMK tentunya harus berpartisipasi dengan baik
selama program magang. dalam hal ini guru juga berperan aktif dalam masa pembekalan kepada
siswanya sebelum magang dilaksanakan.


Kesimpulan
Pengaruh dari perkembangan IPTEK di era society 5.0 adalah semakin kompleksnya pekerjaan
yang ada. Hal ini juga berpengaruh pada kompetensi di dunia industri, salah satunya adalah
keterampilan kerja. Keterampilan bekerja ini sangat penting bagi siswa SMK dan guru kompetensi
di SMK yang nantinya akan diorientasikan dalam pemenuhan kebutuhan industri. Lulusan
pendidikan vokasional harus dibekali dengan hard skill maupun soft skill yang bisa didapatkan
melalui program magang. Melalui program magang, guru dan siswa dapat meningkatkan
kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ada. Sehingga materi yang
diajarkan juga semakin komprehensif dan relevan bagi guru dan kompetensi bekerja yang optimal
bagi siswa. Nyatanya, program magang ini belum terlaksana dengan baik dan perlu adanya
pengoptimalisasian program magang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *