Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas, pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang
terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi. Setiap siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs)
harus melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah (SMA/MA atau SMK/MAK). Diantara jenjang
pendidikan menengah akhir lainnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga
pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kecakapan hidup, yaitu melatih peserta didik
untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja berdasarkan minat dan bakat yang
dimiliki peserta didik.
Slameto (2010), menjelaskan bahwa minat merupakan rasa ketertarikan yang kuat terhadap suatu
aktivitas tanpa adanya paksaan dari orang lain. Minat siswa muncul karena adanya dorongan
berupa perhatian, keinginan, dan kebutuhan yang dilatar belakangi oleh faktor sosial. Menurut
Sangaji dalam Astuti (2016: 51) mengatakan bahwa, ”Status sosial ekonomi adalah gambaran
tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial dan ekonomi,
gambaran itu seperti tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan sebagainya”.
Latar belakang pendidikan dan status sosial di lingkungan sekitar siswa, memiliki pengaruh
terhadap minat siswa untuk menjadikan SMK sebagai pilihan utama dalam melanjutkan
pendidikannya. Siswa dengan status sosial menengah ke bawah lebih memilih SMK sebagai
pendidikan lanjutan karena lulusan SMK memiliki kompetensi untuk bekerja sehingga dapat
meningkatkan status sosialnya di masyarakat. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh lingkungan sosial terhadap minat untuk melanjutkan sekolah di SMK
Pendidikan SMK dan Latar Belakang Sosial Masyarakat
Dalam UU Pasal 15 tentang SISDIKNAS menjelaskan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk
bekerja dalam suatu bidang tertentu. SMK memiliki andil penting dalam membentuk peserta didik
menjadi sumber daya bangsa yang produktif dan mampu menciptakan produk unggul industri
Indonesia. Sehingga nantinya peserta didik diharapkan mampu menghadapi tantangan pasar global.
SMK merupakan jenjang pendidikan menengah kejuruan yang mempunyai tujuan untuk
mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja dan mengembangkan sikap profesional
dan menjadi tenaga kerja yang produktif, adaptif dan profesional. Tentunya pemilihan SMK
sebagai pendidikan lanjutan didasarkan pada beberapa hal, diantaranya keinginan siswa untuk
mengembangkan keterampilan yang dimiliki, ingin menjadi tenaga kerja untuk masuk ke dunia
usaha dan industri, ingin segera bekerja, membantu ekonomi keluarga, dan pengaruh lingkungan
siswa SMP.
