SYSTEM LITERATURE REVIEW (SLR):
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ENGLISH FOR
SPESIFIC PURPOSES DALAM MENUNJANG
PENDIDIKAN VOKASI

Oleh : Aldi P. Pamungkas , Hildan Fahriza , dan Nada A. N. Imania

Abstrak

Kemajuan teknologi dan komunikasi pada era globalisasi dan revolusi industri 4.0 menunjukkan bahwa mata kuliah umum Bahasa Inggris sangatlah diperlukan. Pada praktisnya, mata kuliah umum ini menggunakan metode Bahasa Inggris untuk tujuan spesifik (English for Specific Purposes/ESP). Systematic Literature Reviews dilakukan untuk memberikan gambaran tentang metode, manfaat, dan urgensi dari penggunaan (English for Specific Purposes/ESP) dalam pendidikan tinggi vokasi. Tinjauan literatur mengungkapkan bahwa dengan menerapkan metode yang didasarkan pada alasan spesifik mahasiswa dalam mempelajari Bahasa Inggris, terdapat pula Need analysis (NA) yang merupakan sebuah proses untuk menentukan kebutuhan Bahasa dan ketrampilan spesifik dibutuhkan oleh target mahasiswa yang mengacu pada perkembangan pembelajaran. Manfaat dari (English for Specific Purposes/ESP) pada pembahasan ini adalah kurikulum dan materi ajar yang dikembangkan berlapis, mengembangkan bahan ajar, tujuan pengajaran serta membantu meningkatkan tingkat kognitif dan keterampilan berkomunikasinya akan tercapai. Urgensi (English for Specific Purposes/ESP) dalam hal ini tentunya adalah karena perberbedaan metoda pembelajarannya dengan Bahasa Inggris secara umum karena tidak menekankan grammar dan reading, tetapi lebih menekankan kepada penyesuaian pembelajaran Bahasa Inggris sesuai dengan apa yang diperlukan karena setiap program studi tentunya membutuhkan pembelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan bidang masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar English for Specific Purpose (ESP) dan Need Analysis (NA) memiliki tujuan pembelajaran bahwa mata kuliah Bahasa Inggris dalam Pendidikan vokasi adalah untuk mengajarkan Bahasa dan keterampilan dalam komunikasi sesuai kebutuhan pelajar 

Kata Kunci: Systematic Literature Review, English for Specific Purposes, Pendidikan Vokasi, Need analysis

1. PENDAHULUAN

Definisi mengenai pendidikan vokasi dan kejuruan memiliki beberapa pendapat menurut ahli. Pengertian pendidikan dan kejuruan menurut Kartomo Wirosuharo: 2015 menyatakan bahwa “Pengertian pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi program diploma yang bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa untuk bekerja dengan keahliann terapan tertentu sampai program sarjana terapan”. Pada praksisnya, pendidikan vokasi pada jenjang perguruan tinggi memang megarahkan mahasiswa untuk mengasah dan mempersiapkan kemampuan khususnya agar mampu bersaing dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam dunia kerja, baik sebagai pekerja ataupun pencipta lapangan pekerjaan.

Definisi mengenai pendidikan vokasi dan kejuruan memiliki beberapa pendapat menurut ahli. Pengertian pendidikan dan kejuruan menurut Kartomo Wirosuharo: 2015 menyatakan bahwa “Pengertian pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi program diploma yang bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa untuk bekerja dengan keahliann terapan tertentu sampai program sarjana terapan”. Pada praksisnya, pendidikan vokasi pada jenjang perguruan tinggi memang megarahkan mahasiswa untuk mengasah dan mempersiapkan kemampuan khususnya agar mampu bersaing dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam dunia kerja, baik sebagai pekerja ataupun pencipta lapangan pekerjaan. sarjana nantinya diwajibkan memenuhi nilai TOEFL tertentu pada akhir masa studinya.

Kebutuhan Bahasa Inggris pada setiap jurusan di pendidikan vokasi tentunya sangan spesifik berbeda sehingga sangatlah sulit bagi para mahasiswa apabila hanya mengikuti mata kuliah umum saja, mereka akan kesulitan untuk menerapkannya dalam bidang yang mereka ambil. Dengan begitu (English for Specific Purposes/ESP) pun mulai diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi vokasi.

Bahan ajar Bahasa Inggris yang digunakan dalam mata kuliah wajib tersebut
merupakan Bahasa Inggris untuk tujuan spesifik (English for Specific
Purposes/ESP) dan Need analysis (NA). Hal ini tentu berbeda dengan Bahasa
Inggris secara umum karena tidak menekankan grammar dan reading, tetapi lebih
menekankan kepada penyesuaian pembelajaran Bahasa Inggris sesuai dengan apa
yang diperlukan karena setiap program studi tentunya membutuhkan pembelajaran
yang berbeda-beda sesuai dengan bidang masing-masing. Tujuan dari
pengembangan bahan ajar model ini adalah untuk 1) memberikan informasi dan
saran bagi para pengajar ESP untuk merancang dan mengembangkan bahan ajar
yang mengintegrasikan teori pengembangan bahan ajar di bidang Bahasa Inggris
dengan keterampilan abad 21; 2) menyajikan mahasiswa dengan materi ajar yang
inovatif dan up-to-date; dan 3) memberikan pengetahuan dan pengalaman serta
kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi baru melalui aktivitas
pembelajaran yang menarik dan menantang serta tugas yang sesuai dengan tingkat
kecakapan berBahasa Inggris mereka.

2) METODE SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Bahan ajar Bahasa Inggris yang digunakan dalam mata kuliah wajib tersebut merupakan Bahasa Inggris untuk tujuan spesifik (English for Specific Purposes/ESP) dan Need analysis (NA). Hal ini tentu berbeda dengan Bahasa Inggris secara umum karena tidak menekankan grammar dan reading, tetapi lebih menekankan kepada penyesuaian pembelajaran Bahasa Inggris sesuai dengan apa yang diperlukan karena setiap program studi tentunya membutuhkan pembelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan bidang masing-masing. Tujuan dari pengembangan bahan ajar model ini adalah untuk 1) memberikan informasi dan saran bagi para pengajar ESP untuk merancang dan mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan teori pengembangan bahan ajar di bidang Bahasa Inggris dengan keterampilan abad 21; 2) menyajikan mahasiswa dengan materi ajar yang inovatif dan up-to-date; dan 3) memberikan pengetahuan dan pengalaman serta kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi baru melalui aktivitas pembelajaran yang menarik dan menantang serta tugas yang sesuai dengan tingkat kecakapan berBahasa Inggris mereka.

2.1 Perumusan Masalah 

Masalahnya, Bahasa Inggris dalam pendidikan vokasi perlu dievaluasi oleh para pemangku kepentingan pendidikan tinggi agar dapat menentukan secara jelas metode, manfaat, dan tantangan penggunaan Bahasa Inggris dalam bidang vokasi di perguruan tinggi. Ketiga komponen utama ini perlu dijelaskan lebih lanjut kepada pemangku kepentingan Pendidikan tinggi untuk membantu mereka secara efektif. Pendidik harus menyelesaikan tugas beras mengklasifikasikan literatur untuk membiasakan diri dengan metode, manfaat, dan tantangan kebutuhan Bahasa Inggris. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang dapat memandu ulasan ini:

1. Metode apa saja yang digunakan untuk melakukan analisis kebutuhan Bahasa Inggris di bidang vokasi? 

2. Manfaat atau kelebihan apa saja yang dapat diperoleh dari pemanfaatan kebutuhan Bahasa Inggris di bidang vokasi? 

3. Urgensi dari pemanfaatan kebutuhan Bahasa Inggris di bidang vokasi? Langkah selanjutnya mengidentifikasi dan menjelaskan metode, manfaat, dan tantangan Bahasa Inggris dalam bidang vokasi yang dapat membantu pendidik untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

2.2 Pengumpulan Data

Tujuan pengumpulan data adalah untuk mengkaji kurikulum Bahasa Inggris pada pendidikan vokasi untuk menemukan penelitian empiris, termasuk kuantitatif, kualitatif, metode campuran, dan tinjauan pustaka yang diterbitkan dalam artikel ilmiah sejak 2010 untuk mengidentifikasi metode, manfaat, dan tantangannya. Kata kunci yang digunakan adalah “need analysis”, “english for specific purpose”, “vokasi”, dan “Bahasa Inggris”. Database yang digunakan untuk penelitian Systematic Literature Review adalah Google Scholar, Emerald, Mendeley, dan Elsevier.

 2.3 Analisa dan Evaluasi Data

Hasil observasi artikel yang telah didapat, artikel memberikan informasi mengenai pendekatan-pendekatan metode tersebut meggunakan semistructured interview, buku, dan jurnal internasional bereputasi yang diperoleh melalui penelusuran laman web Google Scholar, Emerald, Mendeley, dan Elsevier. Wawancara semi-terstruktur dipilih sebagai alat untuk pengumpulan data karena riwayat profesional, pendidikan dan pribadi yang bervariasi dari kelompok sampel menghalangi penggunaan jadwal wawancara standar, untuk mengeksplorasi pendapat responden, mengklarifikasi masalah yang menarik dan relevan, memperoleh informasi lengkap dan mengeksplorasi topik sensitif dalam setiap wawancara, beberapa kebebasan untuk menyelidiki sangatlah penting. Kemudian mempresentasikan hasil tinjauan pustaka dan wawancara secara deskriptif. Berdasarkan prosedur yang telah dijelaskan diatas, 3 artikel ilmiah ditemukan untuk menjawab perumusan masalah. Metode yang dijelaskan oleh Cooper (1988) sesuai untuk memandu evaluasi Systematic Literature Review.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan tinjauan literatur, maka pembahasan yang diperoleh untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian akan dibahas pada bagian ini.

3.1 Metode yang digunakan untuk melakukan analisis kebutuhan Bahasa Inggris dibidang vokasi 

Berdasarkan pengamatan laporan-laporan literatur memberikan informasi tentang pemamaparan pengembahan bahan ajar dalam konteks English for Specific Purpose (ESP) di perguruan tinggi vokasi dalam upaya memberikan bahar ajar yang up-to-date yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Literaturliteratur pengamatan memberikan laporan integratif yang dapat meringkankan bagi dosen dengan English for specific purpose (ESP) untuk mencari literatur mengenai metode English for specific purpose (ESP) yang berbeda

Pembelajaran English for specific purpose (ESP) adalah pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris dimana hal yang diajarkan serta metode pengajarannya didasarkan pada alasan mengapa mahasiswa tersebut ingin belajar Bahasa Inggris. (Waters, 1994)

English for specific purpose (ESP) adalah sebuah kajian ilmu di bawah pendidikan Bahasa Inggris yang terfokus pada pengajaran Bahasa Inggris untuk tujuan khusus tertentu, tujuan disini untuk kebutuhan dalam dunia vokasi. Dalam cakupan English for specific purpose (ESP) sangat luas TOEFL dan IELTS bisa masuk dalam kategori ini. dalam proses membuat rancangan dan mengembangkan bahan ajar English for specific purpose (ESP) merupakan sebuah proses yang kompleks yang memerlukan pengetahuan yang mendalam, pemikiran yang cermat, serta membutuhkan waktu yang cukup lama. (Waters, 1994), mengemukakan ada enam prinsip utama yang harus diperhatikan ketika membuat bahan ajar, yaitu:

  1.   Bahan ajar harus memberikan keinginan untuk belajar, karena itu bahan ajar
    harus berisikan materi yang sesuai, teks yang menarik, dan kegiatan yang
    menyenangkan yang menstimulasi pengalaman yang telah dimiliki
    mahasiswa dan kapasitas berpikir mereka.
  2.  Bahan ajar harus memberikan keinginan untuk belajar, karena itu bahan ajar harus berisikan materi yang sesuai, teks yang menarik, dan kegiatan yang menyenangkan yang menstimulasi pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa dan kapasitas berpikir mereka. 
  3.  Bahan ajar harus memberikan keinginan untuk belajar, karena itu bahan ajar
    harus berisikan materi yang sesuai, teks yang menarik, dan kegiatan yang
    menyenangkan yang menstimulasi pengalaman yang telah dimiliki
    mahasiswa dan kapasitas berpikir mereka.
  4.   Bahan ajar harus memberikan keinginan untuk belajar, karena itu bahan ajar
    harus berisikan materi yang sesuai, teks yang menarik, dan kegiatan yang
    menyenangkan yang menstimulasi pengalaman yang telah dimiliki
    mahasiswa dan kapasitas berpikir mereka.
  5.  Bahan ajar harus memberikan keinginan untuk belajar, karena itu bahan ajar harus berisikan materi yang sesuai, teks yang menarik, dan kegiatan yang menyenangkan yang menstimulasi pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa dan kapasitas berpikir mereka.

Selain itu ada Need analysis (NA) adalah proses menentukan kebutuhan Bahasa dan ketrampilan spesifik yang akan dibutuhkan oleh target mahasiswa. Dalam English for specific purpose (ESP) Need analysis (NA) mengacu pada proses pengembangan kursus. Dalam proses ini Bahasa dan keterampilan yang akan digunakan mahasiswa dalam target profesional atau tempat kerja kejuruan atau bidang studi mereka diidentifikasi dan dipertimbangkan dalam kaitannya dengan keadaan pengetahuan mahasiswa saat ini, persepsi mereka tentang kebutuhan mereka dan kemungkinan praktis dan kendala konteks pengajaran. 

3.2 Manfaat Bahasa Inggris dibidang vokasiDalam English for specific purpose (ESP), proses merancang dan mengembangkan bahan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang dianggap cukup kompleks dalam bidang vokasi, karena perancang dan pengembang materi ajar tersebut harus terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan secara mendalam baik dari sisi kebutuhan target pengguna Bahasa maupun target proses pembelajaran. Kurikulum dan materi ajar yang dikembangkan berlapis atau (McDonough dan Shaw, 1993) baik dari topik, keterampilan, struktur, fungsi, peran, dan lain-lain

 Selain itu dengan memperhatikan prinsip-prinsip dalam mengembangkan bahan
ajar, tujuan pengajaran yang berkaitan dengan membantu siswa menyelesaikan
tugas pembelajaran di dunia vokasi dan membantu meningkatkan tingkat kognitif
dan keterampilan berkomunikasinya akan tercapai.

3.3 Urgensi dari pemanfaatan kebutuhan Bahasa Inggris dibidang vokasi

Pada pendidikan vokasi mata kuliah Bahasa Inggris tidak harus berfokus pada kemampuan umum dan teoritis. Keterampilan tata Bahasa (grammar) dan membaca (reading) tidak akan langsung menguntungkan mahasiswa di pendidikan vokasi saat mereka berkerja di lapangan. Fokus pada tata Bahasa dan keterampilan membaca di mata kuliah Bahasa Inggris dapat menurunkan motivasi belajar mahasiswa. Penurunan motivasi tersebut akan menyebabkan penurunan prestasi akademik. Selama perkuliahan, dosen dan mahasiswa membentuk kerjasama yang membutuhkan sikap kooperatif yang baik. Dosen adalah orang yang mengajar, membantu mahasiswa dalam memahami hal-hal tertentu, dan menyampaikan berbagai informasi dan ilmu, sedangkan mahasiswa adalah orang yang memperoleh ilmu dan keahlian melalui studi dan pengalaman. Selain itu, peran dosen antara lain untuk mendorong komunikasi dan interaksi antara mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dengan berbagai teks dan kegiatan, berperan sebagai peserta mandiri dalam proses pembelajaran di kelas, membimbing kegiatan pembelajaran dan membantu mahasiswa dalam belajar, mengamati sera mengevaluasi proses pembelajaran. Dalam pengajaran English for specific purpose (ESP), dosen biasanya menemui kendala terkait materi yang akan diajarkan (buku teks Bahasa Inggris) karena dosen harus mencocokkan informasi yang terdapat dalam teks dengan kebutuhan bidang studi mahasiswa, dan terkadang dosen tidak memahami teks itu sendiri. Oleh karena itu, dosen harus menyiapkan materi yang sesuai dengan minatnya. Mahasiswa akan lebih termotivasi untuk mempelajari buku teks yang berkaitan dengan rencana studinya karena informasi yang diperoleh lebih bermanfaat untuk pengembangan pengetahuannya.18 (roza, 2012)

3.4 Hasil

Berdasarkan pengamatan laporan-laporan literatur memberikan informasi tentang pemaparan pengembangan bahan ajar dalam konteks English for Specific Purpose di perguruan tinggi vokasi dalam upaya memberikan bahan ajar yang upto-date yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Pembelajaran English for specific purpose adalah pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris dimana hal yang diajarkan serta metode pengajarannya didasarkan pada alasan mengapa mahasiswa tersebut ingin belajar Bahasa Inggris. English for specific purpose adalah sebuah kajian ilmu di bawah pendidikan Bahasa Inggris yang terfokus pada pengajaran Bahasa Inggris untuk tujuan khusus tertentu, tujuan disini untuk kebutuhan dalam dunia vokasi. Tugas sebaiknya diberikan bertingkat dimulai dari yang mudah dan ke tugas yang sulit. Bahan ajar harus bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi dosen. Metode Need analysis mengacu pada proses pengembangan kursus. Pada pendidikan vokasi mata kuliah Bahasa Inggris tidak harus berfokus pada kemampuan umum dan teoritis. Keterampilan tata Bahasa dan membaca tidak akan langsung menguntungkan mahasiswa di pendidikan vokasi saat mereka berkerja di lapangan. Selama perkuliahan, dosen dan mahasiswa membentuk kerjasama yang membutuhkan sikap kooperatif yang baik.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pemBahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar English for Specific Purpose (ESP) dan Need Analysis (NA) memiliki tujuan pembelajaran bahwa mata kuliah Bahasa Inggris dalam Pendidikan vokasi adalah untuk mengajarkan Bahasa dan keterampilan dalam komunikasi sesuai kebutuhan pelajar agar dapat berkomunikasi secara efektif di tempat kerja. Oleh karena itu, mata kuliah Bahasa Inggris wajib dimasukkan kedalam kurikulum vokasi.

5. DAFTAR PUSTAKA

roza, m. (2012). esp dalam pembelajaran Bahasa Inggris di ptai. esp, 12. Waters, H. d. (1994, 6 29). English For Specific Purposes: Pengenalan dan Kebermanfaatan ESP Dalam Era Globalisasi. Retrieved 12 28, 2020, from undiksha.ac.id: https://undiksha.ac.id/form-pembelajaran-english-forspecific-purposes-pengenalan-dan-kebermanfaatan-esp-dalam-eraglobalisasi/ pengertianmenurutparaahli.org.(2019, September 29). PENGERTIAN VOKASI – Pengertian Menurut Para Ahli. Diakses pada 27 Desember 2020 melalui https://pengertianmenurutparaahli.org/pengertian-vokasi/ Oktapiani, Vina. (2015, Agustus 3). Vokasi dan Pendidikan Vokasi. Diakses pada 27 Desember 2020 melalui https://vinaoktap2015.wordpress.com/2015/08/03/vokasi-danpendidikanvokasi/#:~:text=Menurut%20Pavlova%20(2009)%20tradisi%20dari,menyi apkan%20peserta%20didik%20untuk%20bekerja.&text=Peserta%20didik %20membutuhka%20program%20yang,yang%20sesuai%20dengan%20pil ihan%20kariernya. Barriball, K. L., & While, A. (1994). Collecting data using a semi-structured interview: a discussion paper. Journal of Advanced Nursing-Institutional Subscription, 19(2), 328-335. Cooper, H. (1988). The structure of knowledge synthesis: A taxonomy of literature reviews. Knowledge in Society, 1, 104-126. Suhartono, E. (2017). SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW (SLR): METODE, MANFAAT, DAN TANTANGAN LEARNING ANALYTICS DENGAN METODE DATA MINING DI DUNIA PENDIDIKAN TINGGI. INFOKAM, 13(1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *