Oleh : Devanka Chelina, Syifa Nur Azizah, Wisnu Badrani
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kesiapan peserta didik dalam menjalankan program magang, (2) manfaat yang diperoleh dari program magang, dan (3) pengaruh magang untuk peserta didik maupun bagi pendidikan vokasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Teknik analisis data menggunakan prosedur yang disarankan oleh Cooper (1988) untuk sintesis literatur prosedur yang sistematis. Hasil peneilitian ini menunjukan: (1) kesiapan kerja yang melibatkan pengembangan kerja peserta didik yang berhubungan dengan sikap nilai pengetahuan dan keterampilan, (2)magang sangat diperlukan untuk melatih peserta didik agar terbiasa dengan keadaan dan suasana kerja di lapangan kerja secara nyata.
Kata kunci: pengaruh magang, kesiapan kerja, keahlian (kognitif) dan keterampilan praktik (psikomotorik).
Abstract
The purpose of this study was to determine: (1) the readiness of students in carrying out an apprenticeship program, (2) the benefits obtained from the apprenticeship program, and (3) the effect of internships for students and for vocational education. This research was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method. The data analysis technique used the procedure suggested by Cooper (1988) for a systematic synthesis of the procedural literature. The results of this study indicate: (1) work readiness that involves the development of students’ work related to the attitude of the value of knowledge and skills, (2) apprenticeship is very necessary to train students to become accustomed to the real work conditions and atmosphere in the work field.
Key words: the effect of internships, job readiness, expertise (cognitive) and practical skills (psychomotor).
Pendahuluan
Di Indonesia semua masyarakatnya diwajibkan mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selam Sembilan tahun (sekolah dasar dan sekolah menengah pertama). Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di Indonesia ada Pendidikan Umum yang bentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Pendidikan Kejuruan yang bentuknya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pendidikan Akademik yang bentuknya pendidikan tinggi seperti program sarjana dan pascasarjana, Pendidikan Profesi yang dapat dilakukan setelah menyelesaikan program sarjana, dan Pendidikan Vokasi seperti program diploma atau program sarjana.
Vokasi merupakaan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi atau keahlian (KBBI V). Sedangkan Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan atau pengembangan keahlian terapan tertentu, yang biasanya meliputi program pendidikan diploma yang setara dengan program pendidikan akademik stara satu. Yang membedakan Pendidikan Akademik dengan Pendidikan Vokasi yaitu dimana Pendidikan Akademik menekankan ilmu pengetahuan, sedangkan Pendidikan Vokasi menekankan pembelajaran yang terstrutur, keahlian dan keterampilan yang lebih terarah. Menurut data Kemenritekdikti, Pendidikan Vokasi di Indonesia terdiri dari 1.365 lembaga pendidikan, yang diantaranya 1.103 akademi kejuruan dan 262 politeknik. Para peserta didik lulusan Pendidikan Vokasi akan mendapatkan gelar vokasi atau gelar ahli madya, selain itu peserta didiknyapun akan dibekali dengan keterampilan dan keahlian tertentu yang akan bermanfaat ketika memasuki dunia kerja.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan kebijakan merdeka belajar-kampus merdeka yang dimaknai sebagai mandat kepada pihak kampus agar memberikan ketertarikan dan keluasaan bagi peserta didiknya dalam menentukan bentuk dan isi pembelajaran sesuai dengan minat yang menjadi pilihanya. Kebijakan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan interaksi peserta didik dengan lingkunganya, baik dengan peserta didik kampusnya maupun kampus lain, dengan masyarakat, atau industri dan/dunia kerja. Salah satu bentuk pembelajaran dari kebijakan ini adalah magang. Magang menjadi hal yang wajib dilaksanakan oleh Pendidikan Vokasi sebagai tempat pengenalan industri dan/dunia kerja. Selain itu magang menjadi media untuk mengembangkan atau melengkapi materi dasar yang telah dipelajari dikampus, berlatih untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dan juga untuk memahami suasana dan kondisi obyektif lapangan kerja.
Dalam pelaksanaan magang, para peserta didik akan mengimplementasikan atau mempraktikan apa yang telah dipelajari dikampus, namun selain itu para peserta didik diharapkan untuk belajar hal baru yang tidak dapat dipelajari dikampus. Banyak skema atau rangka dalam pelaksanaan yang telah diterapkan oleh Pendidikan Vokasi dan kesamaan diantara skema durasi pelakasaan magang yaitu selama minimal 3 bulan.
Pengaruh Program Magang pada Pendidikan Vokasi
Untuk mengatasi masalah penelitian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Langkah dari Systematic Literature Review ialah mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengumpulkan dan menganalisa, dan tinjauan literatur menggunakan prosedur yang disarankan oleh Cooper (1988) untuk sintesis literatur prosedur yang sistematis yaitu dengan beberapa langkah, yaitu :
- Merumuskan masalah
- Mengumpulkan data
- Mengevaluasi kelayakan data
- Menganalisis dan menginterpretasikan data yang relevan, dan
- Mengatur dan menyajikan hasil.
Perumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas apakah pemanfaatan program magang sebagai lahan peserta didik mendapatkan wawasan dan pengaplikasian teori selama belajar sudah tepat atau belum. Untuk memecahkan tersebut, berikut pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu ulasan ini.
- Apakah kesiapan peserta didik dalam menjalankan program magang mempengaruhi berjalannya program magang ?
- Manfaat apa saja yang dipoeroleh dari program magang ?
Pengumpulan data
Pada tahap ini yaitu data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dikumpulkan untuk selanjutnya dilakukan proses analisis. Berikut ini merupakan langkah-langkah pengumpulan data :
- Situs https://scholar.google.co.id/ dengan kata kunci “Program Magang Pada Pendidikan Vokasi”.
- Situs https://scholar.google.co.id/ dengan kata kunci “Kesiapan Dalam Program Magang” dengan rentang khusus 2014-2020
- Kata kunci “Magang atau PKL pada Pendidikan Vokasi”
- Kata kunci “Manfaat Magang bagi Peserta didik”
Hasil Penelitian
Berdasarkan tinjauan literatur, maka hasil yang diperoleh untuk menjawab dua pertanyaan pada rumusan masalah yaitu sebagai berikut:
- Kesiapan Peserta Didik Dalam Menjalankan Program Magang
Program magang atau atau yang biasa dikenal dengan praktik kerja lapangan (PKL) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh perserta didik secara langsung di lingkungan kerja nyata (wikipedia). Program magang biasa dilakukan oleh siswa SMK, Mahasiswa, maupun karyawan untuk masa percobaan kerja. Di tingkat mahasiswa, PKL merupakan implementasi program pendidikan di perguruan tinggi pada kegiatan kerja secara langsung untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Kemampuan praktik kerja mencakup pengertian teori – teori di bidang keahlian (kognitif) dan keterampilan praktik (psikomotorik). Kemampuan praktik seseorang didasari oleh pengetahuan – pengetahuan dasar yang dikombinasikan dengan gerakan – gerakan yang dilatih secara teratur yang akan menghasilkan keterampilan. Hal yang dilakukan ini akan membentuk pengalaman kemampuan praktik. Pembelajaran dengan menggunakan pengalaman praktik yang dimiliki oleh peserta didik akan lebih efektif menjadikan siswa lebih terampil (Ahmad Awaludin Baiti & Sudji Munadi, 2014).
Aktivitas praktik yang pertama bagi peserta didik yaitu membentuk refleksi kritis mengenai persyaratan bidang kejuruan serta taraf pendidikan yang sudah dicapai. Tempat kerja yang paling cocok untuk praktik adalah yang paling mendekati wujudkan apa yang telah dipelajari disekolah maupun dikampus yang kemudian akan ditempati oleh peserta didik yang bersangkutan, karena proses identifikasi akan berlangsung paling segera di sini dan taraf keterlibatan pribadi paling tinggi.
Program magang juga memerlukan kesiapan peserta didik untuk terjun langsung ke dunia kerja. Customer service institute of Australia (2005, p.1) menyatakan bahwa Work readiness can be viewed as booth a process and a goal that involves developing a students workplace-related attitudes value, knowledge and skill. This enables students to become increasingly aware and confident of their role and responsibilities. Artinya kesiapan kerja dapat dilihat sebagai suatu proses dan tujuan yang melibatkan pengembangan kerja peserta didik yang berhubungan dengan sikap nilai pengetahuan dan keterampilan.
- Manfaat dari Program Magang
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Menurut Finch dan Crunkilton (1999, p.75) bahwa “the mayor goal vocational instruction is to prepare student for succesfull employment in the labor market“ artinya tujuan utama pembelajaran dari pembelajaran kejuruan adalah untuk mempersiapkan para peserta didik menjadi pekerja yang sukses di dunia kerja baik tenaga kerja maupun sebagai wirausahawan. Maka kegiatan magang sangat diperlukan untuk melatih peserta didik agar terbiasa dengan keadaan dan suasana kerja di lapangan kerja secara nyata
Pengalaman dapat diartikan sebagai memori yang menerima dan menyimpan peristiwa yang terjadi atau dialami oleh individu pada waktu dan tempat tertentu yang berfungsi sebagai referensi otobiografi (Daehler & Bukatko, 1985). Nolker (1983) mengatakan tempat pendidikan tidak memiliki sarana yang sepadan untuk membiasakan peserta didik pada wujud dan masalah – masalah kehidupan kerja. Wawasan yang diperlukan hanyalah dapat diperoleh dengan jalan mengumpulkan pengalaman praktik bekerja di tempat kerja yang sebenarnya.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan temuan – temuan yang telah didapatkan, dismpulkan bahwa :
- Program magang adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh perserta didik dan melibatkan pihak perusahaan secara langsung di lingkungan kerja.
- Program magang memerlukan kesiapan peserta didik untuk terjun langsung ke dunia kerja agar membentuk peserta didik agar dapat memiliki Kemampuan praktik kerja yang mencakup pengertian teori – teori di bidang keahlian (kognitif) dan keterampilan praktik (psikomotorik) dapat tercapai
- Manfaat dari program magang ialah untuk melatih peserta didik agar terbiasa dengan keadaan dan suasana kerja di lapangan kerja secara nyata, karena jika hanya mengandalkan fasilitas sekolah tanpa mengadakan pembelajaraan praktik langsung di lapangan kerja, sekolah tidak memiliki sarana yang sepadan untuk membiasakan peserta didik berhadapan langsung dengan wujud dan masalah yanga ada di kehidupan kerja.
Daftar Pustaka
Ahmad Awaludin Baiti, S. M. (2014). PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK, PRESTASI BELAJAR DASAR KEJURUAN DAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 17.
Alma Apriliani, M. B. (2020). Systematic Literature Review Kepuasan Pelanggan terhadap Jasa Transportasi Online. 3530-Article Text-8288-3-10-20200717, 9.
Andhik Ampuh Yunanto, S. R. (2017). Systematic Literature Review Terhadap Evaluasi Perangkat Lunak Tentang Serious Game. JURNAL INFORMATIKA, Vol.4 No.1 April 2017, pp. 54~65, 12.
Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi. (2020). Vokasi Kemdikbud. Retrieved from Kemdikbud.go.id: https://www.vokasi.kemdikbud.go.id/read/dukungan-vokasi-ciptakan-peluang-kualitas-sdm-indonesia-mumpuni#:~:text=Sekolah%20vokasi%20adalah%20pendidikan%20keahlian%20setara%20dengan%20politeknik.&text=Menurut%20data%20Kemenristekdikti%2C%20pendidikan%20voka
Kontributor dari Proyek Wikimedia. (2007, July 26). Wikipedia. Retrieved from wikipedia.org: https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_vokasi
Suhartono, E. (2017). SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW (SLR). SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW (SLR): METODE, MANFAAT, DAN TANTANGAN, 14.
Wikimedia, Kontributor dari proyek. (2010, July 22). Wikipedia. Retrieved from Wikipedia.org: https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_di_Indonesia#:~:text=Di%20Indonesia%2C%20semua%20penduduk%20wajib,2003%20tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional
Yakin Bakhtiar Siregar, R. K. (2 September 2020). MAGANG (INTERNSHIP): LANGKAH AWAL MENUJU SEKERTARIS PROFESIONAL. MAGANG (INTERNSHIP): LANGKAH AWAL MENUJU SEKERTARIS PROFESIONAL, 15.
