PENGARUH MEDIA REFERENSI ONLINE PINTEREST TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN INTERIOR JURUSAN DESAIN PEMODELAN INFORMASI DAN BANGUNAN DI BANDUNG

Zarfa Shabira, Ir. Erna Krisnanto, Indah Susanti

Ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini berkembang sangat cepat dan canggih. Dengan peran yang makin luas maka diperlukan guru dengan memiliki karakteristik tertentu. Jika suatu bangsa tidak mempersiapkan masyarakatnya secara memadai, maka kemungkinan besar mereka akan sulit menghadapi perubahan alam dan kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era globalisasi abad ke-21 ini, setiap individu dalam sebuah negara harus memiliki kemampuan yang dapat menjawab tuntutan perkembangan zaman dengan baik. Konsep pembelajaran abad ke 21 menciptakan pergeseran dalam cara pembelajaran, dengan kurikulum yang dirancang untuk membimbing sekolah dalam mengubah pendekatan dari berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered). Hal ini selaras dengan tuntutan masa depan dimana para peserta didik perlu memiliki kemampuan berpikir dan belajar secara efektif. Kemampuan-kemampuan tersebut termasuk kemampuan dalam memecahkan masalah, berpikir secara kritis, bekerja sama secara kolaboratif dan berkomunikasi dengan baik.

Salah satu hasil dari kemajuan teknologi ini adalah hadirnya internet, yang memungkinkan akses ke berbagai media online. Media online juga dikenal sebagai media baru, merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan internet sebagai sarana utama. Media ini telah menjadi platform untuk berbagi beragam informasi kepada masyarakat luas. Kemudahan ini sangat bermanfaat bagi semua orang dalam mencari inspirasi dan referensi, terutama bagi siswa jurusan DPIB. Di bidang ini, ide kreatif dan pembaruan sangatlah penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas untuk pribadi, studi maupun memperkenalkannya secara luas. Melalui media tersebut mereka bisa mendapatkan beragam inspirasi dan referensi yang menarik untuk karyanya dan dapat memperoleh hasil belajar (nilai) yang baik.

Pinterest (2021) merupakan  mesin penemuan visual untuk menemukan ide- ide. Maka dari itu peneliti menggunakan pinterest sebagai media referensi untuk siswa- siswa dalam pembelajaran desain interior. Pada  mata pelajaran desain interior siswa sangat membutuhkan referensi seperti layout denah, macam-macam tema atau konsep interior, desain furniture, desain poster dan lain-lain. Banyak sekali mahasiswa bahkan orang-orang yang bekerja di bagian desain memakai platform pinterest ini sebagai media referensi. Namun, di SMK Negeri 5 Bandung khususnya di kelas 11 DPIB memilki permasalahan seperti minimnya literatur siswa tentang desain sehingga pengetahuannya hanya sebatas dari ajaran gurunya selain itu juga kurangnya minat siswa dalam mencari referensi secara media visual sehingga tidak mengasah kemampuan dan kreativitas dalam mengembangkan desainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media referensi online Pinterest terhadap hasil desain siswa jurusan DPIB di SMK Negeri 5 Bandung. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengingatkan kembali kepada siswa agar tidak mencukupkan diri, membatasi ide untuk berkarya karena pengaruh paparan ide-ide yang sama dengan apa yang mereka lihat pada media online seperti Pinterest.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menguraikan suatu fenomena atau peristiwa yang diamati secara detail dan sistematis (Sugiyono, 2019). Tujuan dari metode penelitian deskriptif adalah untuk memberikan gambaran atau deskripsi yang akurat mengenai detail fenomena yang diamati. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas 11 DPIB di SMK Negeri 5 Bandung.

Pada metode penelitian penulis menggunakan skala likert sebagai skala pengukuran. Skala likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam angket dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei (Likert, 1932). Biasanya skala likert memiliki 5 pilihan yang termasuk pilihan netral di dalamnya untuk mengukur tanggapan positif atau negatif, ada pula yang hanya menggunakan 4 pilihan dalam pengukurannya. Namun dalam kuesioner penelitian ini, penulis membuat 18 pernyataan yang telah disediakan 4 pilihan skala dan dapat langsung dipilih oleh responden.

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berapa kuesioner online yang dapat disebar melalui sosial media, dapat disebar dengan cepat dan diisi di mana pun tanpa harus mengajukan secara tatap muka. Penyebaran kuesioner menggunakan aplikasi administrasi survei yaitu Google Form yang telah dilakukan secara tertutup. Data yang dihasilkan dari metode ini berupa angka dan telah diperoleh sebanyak 41 responden siswa DPIB kelas 11 di SMK Negeri 5 Bandung yang menggunakan media referensi online Pinterest. Untuk menghitung hasil akhir survei tersebut dan mendapati hasil analisis data yang tepat, penulis menghitung jumlah keseluruhan dari setiap indikator penyataan, skor atau nilai, frekuensi dan nilai frekuensi. Jumlah skor tersebut dicantumkan dalam rumus indeks hingga didapat persentase frekuensi keseluruhan siswa DPIB kelas 11 di SMK Negeri 5 Bandung yang menggunakan media online Pinterest guna mengetahui seberapa besar pengaruh Media Referensi Online Pinterest terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Interior jurusan DPIB di SMK Negeri 5 Bandung.

Hasil

Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan peneliti menguji hubungan antara Media Referensi Online Pinterest dan Hasil Belajar Siswa. Dari hasil yang telah di uji didapatkan bahwa nilai korelasi antara variabel X dan variabel y sebesar 0,447. Nilai tersebut termasuk ke dalam kategori cukup kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara Media referensi Online Pinterest (X) dan Hasil Belajar Siswa (Y). Selanjutnya peneliti melakukan Uji Hipotesis untuk mengetahui pengaruh Media Referensi Online Pinterest terhadap Hasil Belajar Siswa. Untuk Uji T yang telah diolah menggunakan SPSS didapat bahwa t hitung sebesar 4,788 dengan df=68,maka dapat diketahui t tabel dari 68 adalah 1,9954. Maka dapat disimpulkan bahwa t hitung > t tabel ( 4,778 > 0,2352) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh dari Media Referensi Online Pinterest terhadap Hasil Belajar Siswa.

Selanjutnya peneliti menggunakan Uji Koefisien Determinasi untuk mengetahu seberapa besar pengaruh Media Referensi Online Pinterest terhadap Hasil Belajar Siswa. Setelah mengolah data di SPSS, peneliti menemukan adanya pengaruh Media Referensi Online Pinterest terhadap Hasil Belajar yang berpengaruh sebesar 29,7 % sedangkan pengaruh dari faktor luar sebesar 79,21%. Berbeda dengan peneliti terdahulu (Rizka Aufa Fandiya, 2022) yang mengatakan bahwa media Pinterest ini memilki pengaruh terhadap Pembelajaran Mahasiswa sebesar 87% Hal ini bisa terjadi dikarenakan siswa menggunakan media online ini hanya sebagai referensi pendukung. Meskipun konten di Pinterest cukup membantu mereka dalam mengembangkan ide dan inspirasi, Namun Pinterest tidak menjamin bahwa konten mereka relevan, karena semua orang dapat mengunggah hasil karya tanpa ada informasi yang lengkap sehingga siswa harus memilah lagi dalam mencari referensi yang relevan. Selain itu, pinterest memiliki keterbatasan teks yang membuat gambar tersebut minim informasi. Siswa dapat menggunakan media online lain seperti Archdaily atau membaca dari internet agar informasi tentang desain mereka bisa bertambah.

Referensi

Blumler, J., & Katz, E. (1974). The Uses of Mass Communications: Current Perspectives on Gratifications Research (J. Blumler & E. Katz (eds.)). SAGE Publications.

Creswell, J. W. (2003). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, 2003.

Griffin, E., Ledbetter, A., & Sparks, G. (2019). A First Look at Communication Theory, tenth Edition (10th ed.). Mc Graw Hill Education.

Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Public Opinion Quarterly. Uses and Gratifications Research, 37(4), 509– 523. https://doi.org/10.1093/poq/nfz039

Likert, R. (1932). Archives of Psychology. A Technique for the Measurement of Attitudes, 140.

Nurudin. (2017). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Rajawali Pers. Pinterest.id. (2020). Segalanya tentang Pinterest. https://help.pinterest.com/id/guide/all-about-pinterest

Suryawati, I. (2011). Jurnalistik – Suatu Pengantar Teori Praktik (Z. A. Naufal (ed.)). Ghalia Indonesia. Suwono. (n.d.). Definisi Mahasiswa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1978. http://www.pengertianku.net/2014/11/ken  ali-pengertian-mahasiswa-dan-menurut- para-ahli.html

Umar, H. (2005). Metode Penelitian Untuk Tesis Da (Fandiya, 2022) Fandiya, R. A. (2022). Pengaruh Penggunaan Media Online Pinterest Terhadap Pembelajaran Mahasiswa. Finder, 7-8.

Babbie, E. (2004. The practice of social research. Belmont, CA: Wadsword.

Kerlinger, F.N. (1986). Asas-asas penelitian behavioral (Terjemahan L.R. Simatupang). Yogyakarta : Gajahmada University Press.

Worthen, B.R. & Sanders, J.R. (1973). Educational evaluation: Theory and practice. Worthington, Ohio: Charles A. Jhon.

Ghozali, I. (2016) Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Blumler, Jay G. 1979. The Role of Theory in Uses and Gratifications Studies. Communication Research 6 (1): 9–36.https://doi.org/10.1177/009365027900600102. Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2017), 191

Stanley J. Baran, Dennis K. Davis, Teori Komunikasi Massa Edisi 5, (Jakarta: Salemba Humanika, 2018), 298-299

Stephanie Schroeder, Rachelle Curcio & Lisa Lundgren, Expanding the Learning Network:How Teachers Use Pinterest (2019). Zara Wilkinson. Oh, how Pinteresting! An introduction to Pinterest. Library Hi Tech News, Volume 30 (1): 4 – Mar 1, 2013

Joshua T. Hertel, Nicole M. Wessman-Enzinge. Examining Pinterest as a Curriculum Resource forNegative Integers: An Initial Investigation. 2017

Sudjana, Nana. 2004. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rosdakarya.

Suryobroto, B. 2001. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Trianto. 2007. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Xin, Joy F. 1999. Computer Assisted Cooperative Learning in Integrated Classroom for Studient with and Without Disabilities. Journal of Technologi in Childhood Education 1999.

Usman, dan Setiawati. 2003. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *