Oleh: Dinn Wahyudin
Kebudayaan asli di Tanah Papua cenderung dalam keadaan terancam. Seperti dikemukakan Bank Dunia yang dikutip Wahyudin dan Sumule (2021) bahwa kepunahan budaya lokal tidak bisa dihindarkan dari kenyataan karena semakin intensifnya kontak masyarakat lokal dan interaksi dengan dunia luar. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan masyarakat melalui interaksi budaya, pendidikan, perdagangan, dan perpindahan penduduk yang membawa perubahan terhadap kebudayaan Masyarakat asli Papua secara mendalam dan permanen.
Banyak aspek kehidupan tradisional akan lenyap dalam satu atau dua generasi ke depan. Banyak bahasa lokal yang saat ini dipakai sebagai komunikasi oleh juga kemungkinan besar akan lenyap. (The Bank Dunia, 2009). Untuk meminimalkan proses perubahan yang mengikis kebudayaan asli di Papua, The Bank Dunia (2009) menyarankan perlu ikhtiar ke arah perkembangan dan kelangsungan budaya dalam konteks sejalan dengan budaya lokal Papua. Yaitu proses akulturasi yang memperhatikan dampak pembangunan terhadap penduduk asli Tanah Papua. Di satu sisi, memang tidak mungkin untuk melindungi semua aspek budaya lokal yang terancam punah, mengingat sebagian memang tidak dapat bertahan di Tengah masyarakat modern yang saling bergantung satu sama lain. Di sisi lain, perubahan budaya di Papua harus dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang sangat perlu bagi masyarakat asli secara tepat waktu, dan bukan melalui suatu tsunami budaya. Pembangunan di Papua tidak boleh dipandang sebagai perubahan yang sekadar meningkatkan penghasilan, pendidikan, dan usia hidup rata-rata penduduk. Hal yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi Papua dalam arti luas.
Itulah sekilas tentang perkembangan bahasa lokal di Papua yang dikuatirkan semakin di ambang kepunahan, seperti fenomena yang terjadi atas etnis lokal Kanum di wilayah Merauke Papua Selatan. Perlu perhatian dan strategi yang tepat bagaimana melestarikan dan memelihara budaya lokal dan kearifan lokal, dengan tetap memperhatikan dinamika dan arus globalisasi yang semakin berkembang drastis.
