Oleh : Luthfia Rizky Ramadhansy , Risti Febrianti , Steven Julianto Situmeang
ABSTRAK
Kondisi logistik Indonesia saat ini dapat dikatakan belum optimal. Salah
satu alasannya karena kualitas SDM bidang logistik di Indonesia masih rendah dan
belum mengakomodasi kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pentingnya pendidikan vokasi dalam upaya menyiapkan SDM yang
berkualitas bagi dunia industri terutama dalam sektor logistik. Studi ini
menggunakan metode tinjauan literatur resmi nasional maupun internasional
selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlu
dibentuknya SDM yang berkualitas melalui pendidikan vokasi, yaitu pendidikan
dengan metode pembelajaran yang tepat mengacu pada dunia industri. Kunci
kesuksesan sektor logistik terletak pada SDM yang berkualitas, yakni SDM yang
memiliki berbagai kompetensi serta memiliki sikap dan karakter yang baik. Oleh
karena itu, dalam upaya menghasilkan SDM yang berkualitas, perlu gencar
dibangunnya institusi pendidikan berbasis vokasi logistik yang sesuai dengan
kebijakan kurikulum pemerintah di berbagai penjuru Indonesia agar nantinya dapat
menghasilkan SDM yang berkualitas karena salah satu kunci penggerak perbaikan
logistik nasional adalah sumber daya yang kompeten dan profesional.
PENDAHULUAN
Logistik pada umumnya merupakan organisasi yang terperinci dan
implementasi dari operasi yang kompleks. Dalam pengertian bisnis secara umum,
logistik adalah pengelolaan aliran barang antara titik asal dan titik konsumsi untuk
memenuhi persyaratan pelanggan atau perusahaan. Sumber daya yang dikelola
dalam logistik dapat mencakup barang-barang fisik seperti makanan, material,
hewan, peralatan, dan bahan cair; serta barang abstrak, seperti waktu dan informasi
(Chinna, 2019).
Daya saing Indonesia berdasarkan Logistics Performance Index (LPI)
secara agregat dari tahun 2012 sampai dengan 2018 menunjukkan bahwa Indonesia
berada pada peringkat ke lima puluh satu (51). Indonesia kalah bersaing dengan
negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam.
Salah satu penyebabnya SDM logistik nasional sampai saat ini masih kurang
memadai disertai terbatasnya Lembaga Pendidikan dan Pelatihan di Bidang
Logistik. (Sadri et al., 2021).
Logistik, terutama di bidang pendidikan, saat ini menghadapi sebuah
tantangan besar yakni belum mengakomodasi kebutuhan industri (Ozment &
Keller, 2011). Pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang paling sesuai untuk
menghadapi tantangan tersebut karena pendidikan vokasi berorientasi pada dunia
industri dengan penekanan pada pendekatan pembelajaran dan didukung oleh
kurikulum yang sesuai. Dunia industri yang merupakan sasaran dari proses dan
hasil pembelajaran sekolah mempunyai karakter dan nuansa tersendiri. Oleh karena
itu, sekolah dalam proses pembelajaran harus bisa membuat pendekatan
pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan keinginan dunia industri. (Suhartanta &
Arifin, 2012).
Hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan vokasi di sektor logistik ke
depan adalah bagaimana menciptakan hard skill sebagai cara menilai dan
mempromosikan soft skill bagi setiap individu (Uckat & Woodruff, 2019).
Implementasi yang harus dilakukan adalah kolaborasi antara industri dan lembaga
pendidikan, seperti yang telah dilakukan di Eropa sejak tahun 2014 dan telah
terbukti memberikan umpan balik yang baik dalam meningkatkan nilai lulusan
sebagai calon pekerja di industri logistik, khususnya bidang manufaktur. (Dwiyanti
et al., 2021).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pentingnya
pendidikan vokasi dalam upaya untuk menyiapkan SDM yang berkualitas bagi
dunia industri terutama dalam sektor logistik.
METODE
Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan tinjauan literatur
resmi nasional maupun internasional selama 10 tahun terakhir. Peneliti
menggunakan kata kunci “Pendidikan Vokasi”, “Vokasi Logistik”, dan “SDM”
untuk menemukan data atau informasi yang relevan dan cocok untuk peneliti
gunakan.
Tahap pertama dari penelitian ini adalah peneliti merumuskan dan
memformulasikan masalah sesuai tema yang diajukan, tahap selanjutnya yaitu
peneliti mulai mengidentifikasi literatur review serta mencari berbagai data dan
informasi yang relevan untuk judul yang peneliti angkat, selanjutnya peneliti
mulai mengklasifikasikan informasi dan data yang dapat digunakan serta
merangkumnya, tahap terakhir peneliti menganalisis dan mengambil kesimpulan
serta menggunakan data dan informasi tersebut dengan menyertakan sumber
asalnya.

Logistik merupakan salah satu sektor yang paling berpengaruh dalam
menunjang pertumbuhan nilai ekonomi suatu negara. Logistik juga menjadi
indikator maju atau mundurnya perekonomian negara sehingga sektor logistik perlu
ditingkatkan dalam berbagai hal, salah satunya adalah peningkatan SDM melalui
pendidikan vokasi.
Logistik memiliki peranan penting yang sangat memengaruhi seluruh
aktivitas perekonomian karena seluruh kegiatan manufaktur, perindustrian danberbagai bidang kehidupan memerlukan pergerakan serta aliran dari sektor logistik
untuk mendukung berbagai transaksi ekonomi.
Dengan perannya yang penting tersebut, logistik dapat dikatakan sebagai
lifeblood perekonomian suatu negara. Negara yang memiliki indikator kinerja
logistik yang tinggi, besar kecenderungannya untuk memiliki pertumbuhan
ekonomi dan kualitas pembangunan yang tinggi pula. (Mauleny et al., 2020).
Industri logistik global telah tumbuh secara signifikan, logistik telah
menjadi bagian penting dari sistem ekonomi bisnis dan kegiatan ekonomi global
utama dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan logistik mempercepat pertumbuhan
ekonomi dan pertumbuhan produktivitas. Pencapaian tingkat kinerja yang tinggi
dalam bidang logistik bersifat penting untuk profitabilitas dan efisiensi ekonomi
nasional dan ekonomi global. (Plamonia, 2017).
SDM yang berkualitas menjadi faktor penentu keberhasilan dan
keberjalanan suatu bidang pekerjaan, tak terkecuali dalam bidang logistik. Seiring
dengan perkembangan zaman, teknologi akan semakin maju sehingga harus diiringi
dengan SDM yang berkualitas.
Namun, kualitas SDM bidang logistik di Indonesia ditinjau masih rendah
dibanding negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Hal ini disebabkan oleh
keterbatasan atau kelangkaan sekolah maupun universitas yang memperdalam ilmu
mengenai logistik serta kurikulum pembelajaran yang belum mengacu pada dunia
industri di Indonesia.
SDM yang berkualitas harus memiliki berbagai kompetensi untuk
menunjang kebutuhan industri sehingga nantinya kebutuhan industri dapat
terpenuhi. Tujuh jenis kompetensi SDM yang sangat diperlukan pada bidang dan
pekerja bidang logistik yakni kemampuan bahasa asing berturut-turut diikuti oleh
kompetensi bidang Teknologi Informasi, Peraturan Perundangan-undangan
Nasional dan Internasional, Pergudangan dan Persediaan, Manajemen Resiko,
Manajemen Transportasi, dan kompetensi terakhir adalah Penanganan Material.
Dan empat tahapan pekerjaan terpenting di bidang logistik secara berturut turut
adalah perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan terakhir pelaporan. (Sadri et al.,
2021).

KESIMPULAN
Logistik merupakan sektor yang penting bagi perekonomian suatu negara
karena dalam pelaksanaan seluruh kegiatan ekonomi melibatkan berbagai aktivitas
logistik. SDM yang berkualitas merupakan kunci utama kesuksesan logistik, yakni
SDM yang memiliki berbagai kompetensi serta memiliki sikap dan karakter yang
baik. Oleh karena itu, pendidikan vokasi adalah salah satu upaya yang bisa
ditempuh untuk menghasilkan SDM yang berkualitas tinggi karena dalam metode
pembelajaran pendidikan vokasi berorientasi pada dunia industri. Sektor logistik di
Indonesia saat ini masih belum optimal, dibuktikan dengan masih sedikit institusi
pendidikan yang menyediakan pendidikan berbasis vokasi logistik.
Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan melalui berbagai sumber,
dapat dikatakan bahwa kunci utama agar sektor logistik di Indonesia dapat
berkembang pesat adalah dengan gencar dibangunnya institusi pendidikan berbasis
vokasi logistik yang sesuai dengan kebijakan kurikulum pemerintah di berbagai
penjuru Indonesia agar nantinya dapat menghasilkan SDM yang berkualitas karena
salah satu kunci penggerak perbaikan logistik nasional adalah sumber daya yang
kompeten dan profesional. Dengan adanya institusi pendidikan berbasis vokasi
logistik, diharapkan dapat menciptakan lulusan logistik yang berkualitas dan dapat
turut membantu mengembangkan perekonomian negara menjadi lebih baik.
