PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA 5.0 DI BIDANG LOGISTIK

Oleh : Alyssa Aulia Reza Pahlevi, Rifqah Maulia Azhar, Shafa Nandana Arva Rajendra

ABSTRAK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membantu dan
mendukung kemajuan di segala bidang, khususnya di bidang logistik.
Pemanfaatan teknologi yang tepat dan bijak oleh Sumber Daya Manusia (SDM)
akan memberikan dampak yang baik bagi keberlangsungan suatu proses di
bidang logistic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perkembangan
teknologi di bidang logistic akan berpengaruh kepada kinerja manusia yang
menggunakannya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dari
artikel ilmiah yang diterbitkan di nasional dan jurnal ilmiah internasional dengan
menggunakan beberapa kata kunci tertentu untuk mendapatkan data yang
dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi
memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja manusia. Namun sebenarnya, ilmu
pengetahuan dan cara mengaplikasikan teknologi itu sendirilah yang memiliki
pengaruh besar terhadap kinerja manusia. Maka dari itu pelatihan dan ilmu
pengetahuan adalah hal dasar untuk memaksimalkan kinerja Sumber Daya
Manusia (SDM) di bidang logistik. Penggunaan teknologi yang bijak akan
mengoptimalkan kinerja manusianya, begitu juga dengan penggunaan teknologi
yang tanpa di dasari ilmu pengetahuan maka mengakibatkan menurunnya kinerja
manusia di bidang logistik

PENDAHULUAN
Teknologi bukanlah hal yang asing lagi kita dengar di kehidupan seharihari. Teknologi pun telah masuk ke sendi-sendi kehidupan kita. Setiap orang pasti
menggunakan teknologi dalam aktivitasnya, baik untuk bekerja atau hanya
sekedar berkomunikasi dan melepas lelah. Sesuai dengan tujuan awalnya,
teknologi digunakan untuk mempermudah aktivitas dan membuat pekerjaan
manusia menjadi lebih efektif dan efisien. Hal inilah yang menjadikan kita tidak
dapat menghindari teknologi itu sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu dan
kebutuhan manusia yang terus meningkat, teknologi terus mengalami
perkembangan yang pesat dan signifikan di setiap harinya. Dimulai dari revolusi
industri 1.0, revolusi 2.0, revolusi 3.0 dan sampai revolusi industry 4.0. Ada

banyak yang menyebutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 adalah era distupsi atau
era perubahan terdasar, dikarenakan banyaknya tatanan kehidupan masyarakat
berubah dan membentuk tatanan baru.
Namun, di balik pesatnya perkembangan teknologi pada Revolusi Industri
4.0, ada hal yang harus diperhatikan, yaitu hilangnya kendali manusia terhadap
peran sentral teknologi. Sehingga teknologi dapat mengambil alih kehidupan
manusia dan membuat ketidakseimbangan, kekacauan, serta perubahan yang tak
pasti di dalam tatanan masyarakat. Hal ini diperkuat dengan prediksi yang
diungkapkan oleh McKinsey Global Institute, yang menyebutkan bahwa
“Revolusi Industri 4.0 akan menghilangkan kurang lebih 800 juta lapangan kerja
dan digantikan oleh robot serta mesin”.
Ketika Indonesia dan dunia heboh dengan berita dan isu mengenai Revolusi
Industri 4.0 dan era disrupsi. Jepang secara mengejutkan telah meluncurkan
sebuah roadmap tentang perkembangan teknologi di masa depan, yang disebut
dengan “super smart society” atau “Society 5.0”. Society 5.0 adalah sebuah
gambaran mengenai kecerdasan buatan yang berpusat manusia dan berbasis
teknologi dengan menggabungkan IoT (internet of things), Big Data, dan AI
(antificial intellegence/kecerdasan buatan). IoT akan berfungsi sebagai
penghubung data yang satu dengan yang lainnya yang bersumber pada data
manusia itu sendiri (human center), setelah itu akan digabungkan menjadi satuan
yang utuh (big data). Society 5.0 sangat memprioritaskan sisi humanis dalam
berteknologi, dengan mengubah bentuk jutaan data yang dihimpun dalam suatu
sistem besar dan terhubung pada Internet untuk segala jenis bidang. Society 5.0
diharapkan mampu menyelesaikan kekhawatiran di tengah masyarakat yang
timbul akibat ketidakseimbangan antara teknologi yang berkembang sangat pesat
dan kemampuan manusia yang terbatas. Teknologi juga diharapkan mampu
melaksanakan fungsinya sebagaimana mestinya, yaitu hanya sebatas alat untuk
mempermudah tugas manusia.
Teknologi berperan sangat besar untuk mensejahterakan SDM, menurut
Asia Productivity Organization (APO) dalam Pramudyo (2014) di Indonesia
sendiri menunjukan dari 1000 tenaga kerja hanya sekitar 4,3 persen tenaga kerja
yang terampil yang diinginkan oleh perusahaan. Hal tersebut menjadikan

tantangan tersendiri bagi negara Indonesia untuk bisa mengungguli negara-negara
ASEAN lainnya dalam bidang SDM.
Karya ilmiah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kriteria penilaian
mata kuliah Kajian Teknologi dan Vokasi. Namun selain itu, dibuatnya karya
ilmiah ini juga untuk mendeskripsikan gambaran tentang bagaimana keadaan
bidang logistik di era society 5.0 juga agar menambah wawasan kami selaku
mahasiswa dari progam studi Teknik Logistik untuk lebih memahami tantangan
apa saja yang akan dihadapi nantinya.

KESIMPULAN
Teknologi bukan hal yang asing lgi di kehidupan sehari-hari. Sehingga
teknologi dapat mengambil alih kehidupan manusia dan membuat keseimbangan,
keseimbangan, serta perubahan yang tak pasti dalam tatanan masyarakat. Seiring
dengan perkembangan zaman, kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan
penggunaan teknologi untuk mempermudah pekerjaan di suatu bidang. Tidak
terkecuali dengan bidang logistik yang juga membutuhkan adanya teknologi untuk
mempercepat berbagai proses pekerjaan mulai dari persiapan, pengadaan, hingga
pengiriman barang, jasa, atau yang lainnya. Memasuki revolusi era 5.0, manusia
dituntut untuk dapat menggunakan teknologi dengan bijak agar kinerja yang
dihasilkan semakin baik dan dapat berguna bagi perusahaan, khususnya
perusahaan logistik. Pada dasarnya, untuk dapat menggunakan teknologi yang ada
dengan baik, manusia tersebut harus melalui tahap pelatihan agar dapat
menambah pengetahuan, mengasah kemampuan, dan dapat beradaptasi dengan
lingkungan kerja. Pelatihan ini juga pastinya membutuhkan waktu yang cukup
panjang terlebih lagi jika divisi yang dibutuhkan menggunakan banyak teknologi
untuk proses pengerjaannya. Agar hasil dari pelatihan ini dapat diterapkan dengan
baik oleh manusia dan dapat meningkatkan kinerjanya, maka dibutuhkan adanya
motivasi dalam diri manusia itu sendiri. Dengan demikian, maka kemajuan
teknologi yang ada di bidang logistik diharapkan dapat berdampak positif bagi
kinerja manusia di era Soeciety 5.0 baik di masa kini hingga di masa yang akan
datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *