ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dari bidang logistik pada
suatu negara yang dimana pendidikan vokasi sebagai faktor pendukung dalam
perkembangan peluang pekerjaannya, penelitian ini menggunakan metode
literature review dari berbagai sumber dalam kurun waktu sepuluh tahun (2011
hingga 2021), Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlu adanya link and match
diantara pendidikan vokasi dan industri untuk meningkatkan relevansi antar
keduanya, sehingga pendidikan vokasi dapat mengetahui kompetensi yang
dibutuhkan dunia kerja. Dengan demikian lulusan pendidikan vokasi logistik
memiliki peluang yang besar dalam mendapatkan posisi pekerjaan di industri.
LATAR BELAKANG
Bicara tentang bidang logistik mungkin tidak akan lepas dari keberlangsungan
perkembangan suatu bangsa/negara, mengapa demikian ?, seperti yang kita ketahui
bidang logistik memiliki cakupan yang sangat luas dalam kegiatanya ,seperti
exsport-import ,rantai pasok, transportasi, pergudangan dan lain-lain, dapat
disimpulkan dari banyak macamnya kegiatan bidang logistik yang ada, bahwa
bidang logistik meliputi segala kegiatan yang ada pada perindustrian suatu negara,
dimana kemajuan akan perindustrian akan berdampak pada perekonomian negara
serta pembangunan infrastruktur didalamnya ,semakin tinggi dan efisien kegiatan
logistik yang ada pada negara tersebut maka perkembangan negara akan berjalan
dengan baik, Dalam menunjang keberhasilan pada bidang logistik ada beberapa
faktor yang metalarbelakanginya, diantaranya adalah faktor pendidikan logistik,
pada jenjang vokasi lebih utamanya, Pendidikan Vokasi adalah pendidikan dengan
kurikulum di dalamnya yang disesuaikan dengan bidang dan keahlian peserta didik
(Suryani & Hamdu, 2021). Dalam pendidikan vokasi dituntut adanya keselarasan
akan kurikulum yang diajarkan kepada peserta didik dengan kebutuhan yang ada
pada dunia kerja nantinya, seiring dengan berjalanya perkembangan zaman
mengakibatkan tuntutan pasar yang terus berubah-ubah, diperlukan adanya link &
match antara Lembaga pendidikan dengan dunia industri guna menghindari
banyaknya lulusan pendidikan vokasi yang kriterianya tidak sesuai dengan apa
yang industri butuhkan, kegiatan link & match ini bertujuan dalam memastikan
sesuainya kurikulum yang diajarkan dengan kebutuhan yang ada pada dunia kerja
nantinya namun dengan terjadinya link & match antara pendidikan vokasi logistik
dengan dunia industri apakah menjamin besarnya peluang yang dimiliki oleh
lulusan dari pendidikan vokasi logistik dalam mendapatkan posisi pekerjaan ?
bagaimana kah kriteria yang dibutuhkan pada dunia kerja bagi para lulusan
pendidikan vokasi logistik ? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi
dari bidang logistik pada suatu negara yang dimana pendidikan vokasi sebagai
faktor pendukung dalam perkembangan peluang pekerjaannya.
METODE
Artikel ilmiah ini dibuat berdasarkan metode Literature Review, Literature Review
adalah metode yang mengidentifikasi, menilai, dan menginterpretasikan semua
temuan pada suatu topik penelitian, dengan membandingkan data objektif, metode,
sampel, temuan kesamaan, dan keunikan dari berbagai sumber tahun 2011-2021.
Kemudian dianalisis dengan kebutuhan untuk menjawab pertanyaan penelitian
yang telah dibuat sebelumnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pendidikan vokasi mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pendidikan vokasi
berperan maksimal dalam pembangunan ekonomi jika mampu menintegrasikan
program-programnya (Slamet, P. H. 2011). Program yang sudah dilaksanakan
tahun 2019 sudah berjalan dengan baik. Namun sekarang tantangannya adalah link
and match dengan pihak industri sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi. Link
and Match adalah kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia yang dikembangkan untuk meningkatkan relevansi Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia kerja khususnya. Dengan adanya link
and match ini Pendidikan Kejuruan dapat mengetahui kompetensi (keahlian) apa
yang paling dibutuhkan dunia kerja dan kompetensi apa yang paling banyak
dibutuhkan dunia kerja. Strategi peningkatan link and match yang efektif adalah
perlunya paying hukum beserta sangsinya yang mengatur terjaminnya hubungan
interaksi secara terukur, menyeluruh, dan berkelanjutan antara dunia Pendidikan
tinggi, industri, dan pemerintah dalam menangani masalah link and match ini
(Disas, E. P. 2018).


2018-2020, proporsi tenaga kerja industri manufaktur pada beberapa jenis industri
tahun 2018 total 14,68% mengalami kenaikan pada tahun 2019 sebesar 0,23%
menjadi 14,91%. Pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 1,3% alhasil
proporsi tenaga kerja pada tahun 2020 adalah 13,61%. Sektor Industri manufaktur
tak luput di dalamnya terdapat peran bidang logistik. Fungsi Logistik hadir di semua
fase perkembangan industri (Maslarić, M., Nikoličić, S., & Mirčetić, D. 2016).
Supply chain management dan industri menjadi hidup. Perkembangan ini secara
tegas didorong oleh logistik (Ten Hompel, M., & Henke, M. 2014). Dalam hal ini,bagian logistik di beberapa jenis industri turut serta dalam perkembangan proporsi
tenaga kerja pada sektor industri manufaktur tahun 2018-2020.

Bank Dunia indeks performa logistik (Logistics Performance Index/LPI) 2018
berada di level 3,15 dari skala 1-5. Semakin mendekati 5 kian mendekati 1 semakin
buruk. Indeks daya saing logistik Indonesia berada di bawah Singapura (4,0), dan
Thailand (3,41), Vietnam (3,27) serta Malaysia (3,22). Namun dalam beberapa
tahun daya saing Indonesia menunjukkan perbaikan di mana peringkat Indonesia
pada 2018 berada di urutan ke-46 dunia yang merupakan terbaik sejak 2010.
Peningkatan perdagangan yang terjadi di Asia tidak terlepas dari faktor logistik
yang memberikan pengaruh sangat besar dalam kelancaran arus barang (Priyajati,
H. A., & Haryanto, T. 2020).
Oleh karena itu, Industri Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang dapat
memberikan peningkatan terhadap indeks daya saing logistik Indonesia di ASEAN.
Industri memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan terampil dalam bidang
logistik. Dengan menciptakan tenaga terampil dalam dunia industri yakni dimulai dengan pengembangan pendidikan kejuruan sehingga bagaimana industri yang
berada di Indonesia merekrut SDM dalam negeri (Disas, E. P. 2018). Angkatan
kerja yang memiliki pendidikan hingga tahap universitas dan bekerja di industri
kelak akan memiliki kapabilitas dalam mengembangkan industri dengan cara
memanfaatkan ilmu pengetahuan (Buchari, I. 2016). Proses adaptasi (probation
period) menjadi lebih singkat, karena lulusan pendidikan vokasi dapat langsung
memahami dan melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan industri. Yang tentunya
insinyur logistik sebagai seorang professional, harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan untuk penerapan aturan ilmiah dan matematika yang
efektif dalam analisis kuantitatif dan kualitatif dan secara wajar mengembangkan
dan menerapkan solusi untuk masalah praktis dalam bidang teknik logistik
(Michlowicz, E., & Mindur, L. 2018), ketelitian kerja yang terdiri dari perhatian
terhadap K3 yaitu perhatian terhadap kejelasan informasi, keterawatan
instrument/alat penunjang kerja, dan terhadap dokumentasi data (Ilhami, R. S., &
Rimantho, D. 2017).
Bidang logistik memainkan peranan kunci, yaitu logistik merupakan salah satu
pengeluaran utama dalam bisnis yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aktivitas
ekonomi lainnya. Logistik merencanakan dan mengoordinasikan semua aktivitas
yang diperlukan untuk mencapai tingkat layanan dan kualitas yang diinginkan
dengan biaya serendah mungkin, logistik dilihat sebagai penghubung antara pasar
dan basis pasokan (Christopher, M. 2016). Logistik mendukung pergerakan dan
aliran dari sejumlah transaksi ekonomi, seperti penjualan sejumlah barang dan jasa.
Logistik menambah nilai dengan menciptakan kegunaan (utilitas) waktu dan tempat
(Kusumastuti, I. D. 2014). Utilitas memiliki pengertian teleogis, suatu tujuan
membantu memenuhi kebetuhan dasar manusia melalui ruang yang dibangun atau
objek lainnya adalah bagian dari keberlanjutan sosial (Chacón, M. O. 2020).
Terdapat empat tipe utilitas, yaitu utilitas bentuk, kepemilikan, waktu dan tempat.
Utilitas waktu dan tempat sangat didukung oleh logistik (Kusumastuti, I. D. 2014).
KESIMPULAN
Dalam perkembangan industri dan Supply chain management terdapat peran
logistik dalam setiap aktivitasnya. Sehingga fungsi logistik dibutuhkan padaindustry. Di ASEAN daya saing logistic Indonesia masih tertinggal. Maka dari itu
untuk meningkatkan indeks daya saing logistik Indonesia, industri memerlukan
sumber daya manusia yang terampil dan ahli di bidang logistik. Sehingga
Pendidikan vokasi logistik dibutuhkan untuk menghasilkan lulusan yang siap
bekerja di bidang logistik. Namun perlu adanya link and match antara sekolah
vokasi logistik dengan industri untuk meningkatkan relevansi antar keduanya,
sehingga sekolah vokasi logistik mengetahui apa yang dibutuhkan dunia kerja.
Dengan demikian, pada strategi peingkatan link and match ini perlu adanya paying
hukum beserta sangsi yang mengatur hubungan antara dunia Pendidikan, industri
dan pemerintah dalam menangani masalah link and match, agar tidak ada lulusan
yang menjadi pengangguran.
oleh : Azriel Revanza Gunawan, Khofifah Nurazizah , Vista Sukma Sonata
