PERAN PENDIDIKAN VOKASI LOGISTIK DALAM MEMENUHI
TENAGA TERAMPIL INDUSTRI 4.0

Oleh : Fatimatuz Zahroh , Meta Nydia Putri , Muhammad Tangkas Farizi

PENDAHULUAN
Dari masa ke masa, dunia industri mengalami banyak perubahan dan
perkembangan. Pada saat ini kita telah memasuki industri 4.0, Industri 4.0
memiliki respon yang cepat dalam proses produksi terhadap permintaan
pasar. Hal tersebut dapat tercapai karena mengimplementasi Cyber Physical
Production System (CPPS). CPPS digunakan untuk menggabungkan
komputer yang berfungsi sebagai perangkat untuk Artificial Intelligence (AI),
Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Internet of Things (IoT),
Internet of Services (IoS), Robot Cerdas, dan 3D Printer untuk sistem
produksi.
Perkembangan teknologi yang pesat, terutama teknologi informasi yang
mempengaruhi Industri 4.0 meliputi empat karakteristik utama : jaringan

fisik, internet, cloud dan komputasi kognitif. Empat karakteristik ini
menyebabkan perubahan metode pekerjaan di dunia industri. Global
Economy Forum memprediksi pada tahun 2020, kompetensi inti yang ada
akan hilang karena pekerjaan tidak membutuhkannya lagi. Dengan itu, jenis
pekerjaan baru akan muncul membutuhkan keterampilan yang berbeda dari
sekarang tersedia. Para ahli memperkirakan bahwa pola perubahan pekerjaan
akan terus berjalan lebih cepat.
Pola perubahan ini mengisyaratkan perlunya perubahan kurikulum
pendidikan dan pelatihan dalam pendidikan kejuruan. Mengubah program
pendidikan dan pelatihan vokasi sangat dibutuhkan sebagai bentuk peran
nyata dalam pengembangan sumber daya manusia. Salah satu tantangan yang
timbul untuk pendidikan vokasi saat perubahan revolusioner dan proses kerja
Industri 4.0 adalah kurikulumnya yang bersifat monodisiplin linier. Dengan
perkembangan yang terus terjadi, pendidikan vokasi membutuhkan
kurikulum yang terbuka, multidisiplin, transdispliner dengan berbagai
keterampilan. Pendekatan berbasis program studi ditemukan tidak lagi
memadai untuk mengakomodasi perkembangan keterampilan kerja di era
disrupsi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan bagaimana
perubahan kurikulum pendidikan vokasi dapat membantu meningkatkan
kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi era Industri 4.0.

  1. METODE
    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
    Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review (SLR)
    merupakan metode literature review yang menerapkan pendekatan
    evidence-based untuk mencari penemuan atau studi kasus yang relevan serta
    dilakukan untuk mengumpulkan serta mengevaluasi penelitian yang terkait
    pada fokus topik tertentu. Tujuan digunakannya metode ini adalah untuk
    meraih transparansi hasil penelitian juga menghindari adanya bias serta
    penilaian yang subjektif dari penelitinya.
1. Menyusun Latar Belakang dan Tujuan
Tahap pertama yang dilakukan yaitu menyusun latar belakang dan tujuan.
Latar belakang dalam penelitian ini dicantumkan pada bagian pendahuluan
dengan penetapan tujuan yaitu untuk menggambarkan bagaimana
perubahan kurikulum pendidikan vokasi dapat membantu meningkatkan
kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi era Industri 4.0.
2. Identifikasi Masalah
Peneliti mengkaji permasalahan melalui artikel ilmiah yang berasal dari
jurnal, studi kasus serta laporan hasil penelitian terdahulu. Masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana perubahan kurikulum pendidikan vokasi
dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk
menghadapi era Industri 4.0.
3. Pencarian Data
Peneliti melakukan pencarian data melalui situs google scholar sebagai
media pembantu pencarian sumber berbagai jurnal yang dibutuhkan.
Berdasarkan tema yang diambil yaitu peran pendidikan vokasi logistik dalam memenuhi tenaga terampil Industri 4.0 maka peneliti melakukan
pencarian data jurnal dengan menggunakan kata kunci “vocational
education, industry 4.0 skill, logistic vocational education, tantangan
revolusi industri”. Pada tahap ini ditemukan jurnal sebanyak 117 artikel
jurnal.
4. Penilaian Eksklusi dan Inklusi
Jurnal yang telah didapatkan akan melalui proses screening agar ditemukan
jurnal yang dirasa paling layak untuk digunakan dalam penelitian.
Kelayakan tersebut dipilih melalui kriteria sebagai berikut:
a. Jurnal diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun (2016-2021).
b. Jurnal diperoleh melalui situs google scholar.
c. Jurnal yang digunakan hanya berhubungan dengan kata kunci yang
sudah disebutkan sebelumnya.
5. Penilaian Kualitas
Pada tahap ini, jurnal yang telah ditemukan akan dievaluasi berdasarkan
penilaian seleksi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebelumnya
telah diperoleh sebanyak 117 jurnal kemudian setelah melalui tahap
penilaian kualitas ini berhasil dipersempit menjadi 15 jurnal saja.
6. Ekstraksi Data
Tahap ekstraksi data dilakukan dengan melihat keseluruhan ke-15 jurnal
yang telah diseleksi kemudian dituliskan temuan-temuan penting dari jurnal
tersebut sehingga hasil dari ekstraksi ini kemudian dapat dilanjutkan ke
tahap sintesis data.
7. Sintensis Data
Dalam tahap ini dilakukan pengelompokan dari hasil ekstraksi data yang
telah diperoleh sebelumnya. Kemudian data tersebut akan dianalisis, dikaji
secara mendalam serta dikembangkan berdasarkan fakta dan informasi yang
ada sehingga selanjutnya dapat diambil kesimpulan yang dapat menjawab
tujuan penelitian.HASIL DAN PEMBAHASAN
Istilah “Industri 4.0” diciptakan oleh sekelompok insinyur mesin
Jerman pada tahun 2011 untuk menggambarkan integrasi luas dan adaptasi
TIK dalam industri manufaktur. (Schuh et al. 2017). Kemunculan revolusi
industri 4.0 membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan,
seperti perubahan model bisnis, lapangan kerja baru, dan memunculkan
profesi yang sebelumnya belum pernah terpikirkan (Ghufron, 2018).
Penggunaan teknologi pada era revolusi industri 4.0 sudah jauh lebih canggih
dan mutakhir dari era sebelumnya, kecepatan perkembangannya pun sangat
pesat.
Beriringan dengan kemajuan teknologi, keterampilan yang diperlukan
juga perlu diperbarui. Berdasarkan riset yang telah dilakukan, banyak
perusahaan yang menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan
teruji akan keterampilannya, sehingga anggaran untuk pelatihan dapat
dikurangi (Scherbakov & Silkina, 2019). Maka pada tahap ini diperlukan
kesesuaian antara sistem pendidikan dengan kebutuhan yang berkembang di
masyarakat, dalam kondisi baru ini hanya pengetahuan yang diperoleh yang
akan berkontribusi pada pengembangan Industri 4.0 dan perkembangannya
yang aman (Kolesnichenko et al. 2019).
Pendidikan vokasi adalah jenjang pendidikan yang dinamis untuk
mengubah program pendidikan sesuai dengan kecepatan perkembangan pasar
kerja dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi (Winangun, 2017). Menjawab permasalahan yang ada, urgensi
pendidikan vokasi di era revolusi industri 4.0 sangat dirasakan. Berbeda
dengan pendidikan umum, pendidikan vokasi memiliki tiga kelompok utama
yang membantu reindustrialisasi, yaitu melatih kaum muda untuk bekerja,
melatih pekerja saat ini, dan kembali ke dunia kerja (Lawitta, 2017).
Selanjutnya muncul tantangan mengenai penghadapan perkembangan
teknologi dalam pendidikan vokasi, yang mana perlu ada pemahaman dalam
pembelajaran secara digital untuk mempersiapkan pekerja di Industri 4.0
(Kuper, 2020). Dalam mengatasi masalah tersebut, pendidikan vokasi perlu didukung teknis dalam sistem belajar-mengajar dengan memadukan
pembelajaran secara tradisional dan digital.
Peran penting dari pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil dari
pendidikan vokasi tidak terlepas dari tenaga pendidik, fasilitas yang
menunjang, dan kurikulum yang diterapkan. Pengembangan vokasi di
Indonesia didasarkan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
(SKKNI) atau standar internasional. Namun dikarenakan kurikulumnya yang
terlalu general di sekolah vokasi, maka terlihat masih adanya permasalahan
yang terjadi dari kurikulum vokasi sekarang ini dan harus dilakukan
perbaikan dalam menata kurikulum yang selaras secara cermat (Wardina et
al. 2019).
Bidang logistik memegang kunci utama dalam perekonomian dunia
saat ini. Seluruh kegiatan logistik yang juga mencakup rantai pasok
mengalami perkembangan yang juga cukup pesat (Temjanovski & Arsova,
2020). Perubahan pesat yang menandakan perkembangan pada bidang
logistik, dibuktikan dengan adanya kemunculan AI and RPA (Robotic Process
Automation), Automated Warehousing, Autonomous Vehicles (Temjanovski
& Arsova, 2020). Diperlukan adanya keseimbangan antara kemajuan
teknologi dengan keterampilan pekerja, dalam penelitian yang telah
dilakukan untuk mempersiapkan tenaga didik vokasi di bidang logistik
dibutuhkan keterampilan khusus dalam bidang logistik. Keterampilan logistik
yang perlu dipersiapkan oleh lembaga pendidikan vokasi ditunjukkan pada
tabel 1.
a
Seperti yang tersaji dalam tabel 1, tuntutan keterampilan dalam bidang
logistik di era sekarang ini sangatlah banyak. Dengan begitu, maka dapat
dikatakan bahwa pendidikan vokasi memiliki peranan penting di era
revolusi industri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil
(Darmawan et al. 2021).
Pengasahan keterampilan pada era revolusi industri 4.0 diperlukan
pula model pembelajaran yang baru untuk mempersiapkan tenaga kerja
terampil. Adapun empat bidang yang perlu diajarkan kepada siswa dalam
proses belajar mengajar (Abdullaha et al. 2020).
  1. KESIMPULAN
    Era Industri 4.0 membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek
    kehidupan, terutama perubahan dalam bidang teknologi yang berkembang
    semakin pesat setiap harinya. Perkembangan tekologi ini haruslah diikuti
    dengan perkembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Disinilah
    peran pendidikan vokasi diperlukan, dengan harapan dapat terciptanya
    kurikulum yang tepat maka berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk
    mempersiapkan tenaga kerja terampil dalam menghadapi Industri 4.0 pun
    dapat tercapai.
    Bidang logistik sendiri merupakan kunci utama dalam perekonomian
    dunia saat ini. Mengikuti perkembangan kegiatan logistik yang sangatlah
    pesat maka dibutuhkan pula tenaga kerja yang terampil. Oleh karena itu,
    diperlukan penanganan dan pengajaran yang tepat dalam pendidikan vokasi
    agar tuntutan tenaga kerja terampil itu dapat terpenuhi.
    Masalah yang dihadapi yaitu kenyataan lulusan SMK di Indonesia yang
    hingga saat ini masih belum mampu mengisi lapangan kerja secara maksimal.
    Untuk menjawab permasalahan tersebut maka diperlukan perubahan
    kurikulum pendidikan vokasi yang tepat dan yang bisa membantu siswa nya
    dalam menyesuaikan diri di era revolusi industri 4.0. Ada dua perubahan yang
    dapat dilakukan, yaitu dengan membekali siswa dengan pengetahuan dan
    keterampilan untuk mengembangkan dan menggunakan elemen-elemen
    terkini seperti coding, big data, dan artificial intelligence. Juga dengan
    menggunakan format baru dalam proses pembelajaran seperti menggunakan
    blended learning yaitu memadukan pembelajaran tatap muka dan online,
    sepenuhnya tatap muka, dan sepenuhnya online learning (e-learning). Selain
    perubahan dalam kurikulumnya, diperlukan pula perubahan pada tenaga
    pengajar yang diharapkan mampu memiliki tujuh domain kompetensi yaitu
    teaching design, teaching and learning guidance, research on teaching
    content, research on reaching methods, career and interpersonal relationship
    guide, management support for school and class, dan cooperation agar
    ancaman kehilangan peran pengajar dalam perkembangan teknologi dapat
    teratasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *