PENGARUH PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP MINAT SISWA SMP MELANJUTKAN SEKOLAH KE SMK (1)

Perkembangan pendidikan di Indonesia pada pendidikan tingkat menengah sekarang ini lebih
diarahkan ke sekolah-sekolah kejuruan. Hal ini dapat dilihat melalui program pemerintah yaitu
memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sehingga jumlahnya mencapai target 70:30
jika dibandingkan dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) yang banyak tak ada artinya jika siswa-siswi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)
tidak memiliki minat untuk melanjutkan ke SMK.
Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah sangat berperan untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi
nasional dan tujuan-tujuan pendidikan yang telah dirumuskan secara akurat. Mengingat pendidikan
selalu berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan manusia, maka keberhasilan pendidikan
sangat bergantung pada individu. Salah satu individu yang dimaksud adalah siswa. Setiap siswa
dituntut untuk belajar semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat yang
dimiliki dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan.
Sebagai siswa yang sedang mengikuti proses pendidikan dan pengajaran di jenjang sekolah
menengah pertama (SMP) sudah sewajarnya bila siswa tersebut memiliki berbagai macam
keinginan dan cita-cita setelah lulus. Mereka dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan yang perlu

dilakukan untuk mengantisipasi program yang harus ditempuh selanjutnya setelah menyelesaikan
pendidikan. Dalam kondisi yang demikian ini kualitas kesiapan mental dan kemampuan siswa
sangat berperan dalam proses pengambilan keputusan, artinya pihak luar hanya sebatas
memberikan bimbingan dan pengarahan, sedangkan pengambilan keputusan sepenuhnya berada
pada siswa itu sendiri setelah memperhatikan dan mempertimbangkan masukan dari pihak lain.
Para siswa dihadapkan berbagai macam pilihan untuk melanjutkan sekolah setelah mereka lulus,
pilihan-pilihan tersebut antara lain melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (SMA, SMK, atau
MA), melanjutkan sekolah sambil mengikuti kursus baik akademik maupun keterampilan, tidak
melanjutkan tetapi mengikuti khursus-khursus keterampilan, atau mencari pekerjaan yang memang
diperuntukkan bagi lulusan SMP dan berbagai pilihan lainnya. Menentukan dan memilih salah satu
program lanjutan sekolah lulusan SMP pada dasarnya adalah memilih suatu jalan atau media untuk
mendapatkan suatu keahlian tertentu yang nantinya digunakan untuk mendapatkan pekerjaan
tertentu. Dalam pemilihan sekolah lanjutan ini diharapkan siswa benar-benar memahami apa yang
diinginkan, sehingga tidak adanya perasaan menyesal di kemudian hari atau bahkan putus sekolah.

Pandangan Masyarakat Terhadap SMK
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada
pembentukan kecakapan hidup, yaitu melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan yang
dibutuhkan oleh dunia kerja terutama bisnis dan industri, memberikan pendidikan tentang
kewirausahaan, serta membentuk kecakapan hidup. Persepsi yang berkembang di masyarakat
terhadap SMK bisa dibilang lebih rendah daripada SMA dikarenakan adanya perbedaan mendasar
antara SMK dan SMA. Perbedaan pandangan di masyarakat antara SMK dan SMA seperti
anggapan bahwa SMK sulit untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan sebaliknya. Menjadikan
SMK sebagai pilihan utama juga harus didukung oleh pengelola pendidikan dengan menyediakan
sarana dan prasarana sekolah yang up to date. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang begitu cepat, sedangkan sarana dan prasarana sekolah yang minim masih menjadi
penyebab utama terjadinya kurang sinkron dengan sarana yang dimiliki oleh industri. Akibatnya
ketika mereka berada di industri yang sesungguhnya harus belajar dari awal kembali. Oleh karena
itu pengelola SMK harus meningkatkan sarana dan prasarana praktek maupun sarana pendukung
pembelajaran lainnya agar benar-benar bisa dihasilkan siswa lulusan yang kompeten dan sesuai
dengan tuntutan dunia usaha / industri.
Tingkat mutu suatu SMK tidak hanya dilihat dari tingkat lulusan siswa yang tinggi dalam ujian
nasional maupun ujian akhir sekolah, tetapi yang sangat penting adalah Suatu SMK mampu
menyelenggarakan proses pendidikan yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang siap bekerja
serta diserap dengan baik oleh dunia industri. Program pembangunan citra positif SMK adalah
untuk meningkatkan image positif di mata masyarakat umum, orang tua dan perusahaan
penerimaan lulusan SMK. Meningkatkan rasa kebanggaan memasuki SMK bagi lulusan SMP, serta
menciptakan rasa percaya diri bagi lulusan SMK untuk memasuki dunia usaha/dunia industri
maupun menjadi berwirausaha mandiri.
Kualitas SMK yang bermutu dapat meningkatkan citra SMK dimata masyarakat dan sebaliknya
citra SMK yang mutunya kurang baik dapat menimbulkan citra SMK yang kurang baik. Citra SMK
yang baik dapat menjadi daya tarik minat masyarakat atau lulusan SMP untuk melanjutkan ke
SMK. Maka dari itu para lulusan SMK mempunyai peran penting dalam pembentukan citra SMK
dan berperan penting pula dalam menarik minat SMP untuk melanjutkan ke SMK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *