Minat Siswa SMP Untuk Melanjutkan Sekolah ke SMK
Beberapa kemungkinan yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan ke SMK diantaranya
faktor pemahaman diri, faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat
dan faktor promosi SMK. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukardi (2000:86) bahwa orang tua
dalam keluarga ikut menentukan kemajuan studi anak, bahkan dapat menjadi faktor penentu.
Masalah yang muncul dalam keluarga meliputi masalah kemampuan ekonomi, masalah broken
home, dan kurangnya kontrol orang tua. Dalam lingkup yang lebih luas, keluarga meliputi ayah,
ibu, kakek, nenek, kakak, adik, paman, bibi, serta kerabat dekat yang masih ada hubungan
keluarga. Faktor lain yang dapat mempengaruhi minat siswa SMP untuk melanjutkan ke SMK
adalah faktor lingkungan para siswa SMP dari mulai lingkungan keluarga, dimana SMK menjadi
sekolah turunan dari saudara tertua dan seterusnya melanjutkan ke SMK sehingga SMK menjadi
tidak asing lagi dalam lingkungan keluarga. Pengaruh teman sebaya, karena mengikuti teman
sekelas dimana pada saat masih di kelas IX SMP mereka berencana untuk bersama-sama
melanjutkan ke SMK.
Diskusi
Dalam menyikapi persoalan tersebut, pihak orang tua dan lingkungan tempat tinggal bisa
memberikan informasi, bimbingan dan arahan kepada para siswa SMP berkaitan dengan potensi
diri yang mereka miliki sehingga dalam pemilihan sekolah lanjutan sesuai dengan minat, bakat dan
kemampuan diri. SMP tempat siswa bersekolah juga harus melaksanakan edukasi kepada siswa
mengenai SMK yang memiliki mutu tinggi. Selain itu, peran masyarakat luar harus lebih terbuka
dan positif dalam memahami keputusan seorang siswa dalam hal memutuskan ingin masuk ke
jenjang pendidikan seperti apa,dan tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan ketika masuk
pada dunia SMK nantinya bisa langsung kerja.
Ada berbagai pilihan yang mungkin akan dipilih oleh peserta didik setelah lulus SMP, yaitu
mungkin beberapa diantara mereka ada yang ingin menikah; tidak melanjutkan sekolah dan
memutuskan untuk bekerja; dan yang terakhir adalah melanjutkan studi ke jenjang yang lebih
tinggi, seperti SMA, SMK, MA, Pondok Pesantren, dan sebagainya.
Setelah lulus SMP, sebagian besar peserta didik masih bingung dengan pilihan akan melanjutkan ke
SMA atau SMK. Mereka belum paham bagaimana sistem pembelajaran di SMA dan SMK, apa
saja jurusan yang terdapat di SMA dan SMK serta jika memilih SMK apakah masih bisa
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di saat inilah yang paling tepat bagi peserta didik
karena dengan bersekolah banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh. Sekolah sangat
berpengaruh besar dalam perkembangan peserta didik sebagai remaja. Salah satunya adalah di
sekolah mereka mendapat pengetahuan yang benar dan tepat mengenai perubahan fisik dan
psikologis mereka serta membantu mereka memahami tugas-tugas perkembangan mereka sebagai
remaja.
Solusi
Sekolah Menengah Kejuruan menunjukkan citra yang baik dan terpercaya sebagai sebuah lembaga
pendidikan resmi. Hal ini terlihat dari perubahannya sistem pendidikan kejuruan, peningkatan mutu
pendidikan di SMK, serta peningkatan kualitas tenaga pengajar SMK. Setelah hal-hal di atas
dilaksanakan maka citra SMK dapat meningkat di mata masyarakat. Pandangan masyarakat umum
juga perlu berubah agar terus mengikuti perkembangan. Masyarakat perlu melihat SMK dari
berbagai aspek sehingga memiliki pandangan yang lebih baik terhadap SMK. Perubahan yang dilakukan dari dalam pihak SMK maupun pihak luar yaitu masyarakat tetaplah
harus disertai dengan rasa percaya diri para siswa. Para siswa yang akan melanjutkan sekolah ke
tingkat atas diharapkan sudah paham dengan bakat dan minat yang siswa miliki. Sehingga dalam
proses pemilihan sekolah tidak akan ragu dan merasa menyesal.
Kesimpulan
Namun, pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa pengaruh masyarakat berperan penting untuk
siswa dapat memutuskan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMK. Diantaranya disebabkan
oleh faktor keluarga dan faktor teman sebaya. Bagi siswa yang menjadikan faktor keluarga sebagai
latar belakang Ia dapat memutuskan pendidikan yang akan ia jalani menuju jenjang SMK adalah
dikarenakan siswa tersebut memiliki dukungan yang sangat berlebih dari orang tuanya dan para
siswa diberi motivasi serta saran-saran dari orang tua bahwa setiap pilihan sekolah yang dirasa
cocok bagi orang tuanya dapat menunjang kehidupan siswa nantinya kelak setelah lulus dari
jenjang SMK. Ia pun juga memposisikan bahwa faktor dari teman sebaya sebagai faktor setelahnya
yang mendukung keputusannya untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMK . Kemudian
pada kondisi siswa yang menentukan keputusannya berdasarkan faktor teman sebaya pun
mengungkapkan bahwa, latar belakang dirinya memutuskan pendidikan ke jenjang SMK atas dasar
ajakan dari teman sebayanya berargumen bahwa agar ia nantinya tidak kesulitan lagi dalam
berinteraksi sosial dengan teman di lingkungan barunya. Oleh karenanya Ia memutuskan masuk
SMK bersama teman teman yang sudah lama ia kenal dan memposisikan faktor orang tua menjadi
faktor pendukung keputusannya. Dari kedua faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa dua yaitu
faktor keluarga dan teman sebaya sangat mempengaruhi seorang siswa dalam memutuskan
pendidikannya untuk masuk ke jenjang SMK.
