Implementasi Kerjasama antara Kurikulum SMK dengan Kebutuhan Dunia Kerja/Industri (1)

Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi umum di dunia Industri yang berkaitan erat dengan SMK sebagai tempat untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri. Dalam mencapai tujuan tersebut, salah satu upaya SMK adalah dengan menerapkan kurikulum yang kontekstual dengan memiliki efektivitas yang tinggi. Kurikulum SMK sendiri dibuat agar aturan dan rencana mengenai tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, serta bahan dan cara pembelajaran bisa membantu mempercepat proses pembelajaran yang dirancang sejak awal. Menanggapi hal tersebut, maka kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas antara kurikulum SMK yang diterapkan di abad 21 ini, dengan kebutuhan industri yang ada. Kajian ini dilakukan dengan mengumpulkan, menganalisis dan memperoleh data di lapangan yang relevan. Hal tersebut akan memunculkan beberapa perspektif yang bisa menganalisis secara kritis penyebab yang mempengaruhi hubungan antara SMK dan industri. Diharapkan sinergitas antara kurikulum SMK dan kebutuhan industri bisa meminimalisir lulusan SMK yang belum bekerja dan bisa meningkatkan kualitas SDM.

Pengantar                                                                             

Pendidikan pada dasarnya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam berbagai aspek pembangunan negara dalam rangka terwujudnya masyarakat yang berkarakter dan berkebudayaan, terampil, serta dapat beradaptasi dengan berbagai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan di Indonesia adalah pendidikan kejuruan. Berdasarkan pasal 18, UU No. 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja pada suatu bidang tertentu (learning a living). Dalam hal ini diharapkan kehadiran SMK sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai misi untuk menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas mampu mengisi lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri sehingga kelak mampu menghadapi tantangan bonus demografi yang terjadi di Indonesia. Di era bonus demografi, semakin membludaknya angka usia produktif dan berkembangnya teknologi, semakin besar pula tantangan dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (IDUKA) sehingga dunia Industri akan semakin selektif dalam memilih SDM yang akan digunakan meskipun peluang pekerjaan juga semakin melimpah. Lulusan dunia pendidikan

khususnya pendidikan kejuruan dan pendidikan vokasi harus mampu bersikap adaptif dengan kebutuhan tenaga kerja IDUKA. Tetapi faktanya sampai saat ini dunia pendidikan terlihat masih belum bisa menyelaraskan dengan kebutuhan IDUKA. Pasalnya, masih banyak angka pengangguran dibandingkan angka ketenagakerjaan yang tersebar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka di Indonesia per Februari 2022 mencapai 8,40 Juta orang atau Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,83 persen dengan lulusan SMK penyumbang angka pengangguran terbesar. Selanjutnya, dikatakan pula bahwa sebagian besar dari lulusan SMK belum siap bekerja dan kualitas lulusan SMK yang telah bekerja pun masih memprihatinkan. Diantaranya banyak ditemukan lulusan dari SMK yang bekerja namun tidak bekerja sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajarinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara SMK dan pihak IDUKA. Faktor lain yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran yang dihasilkan oleh lulusan SMK adalah masih lemahnya jiwa kewirausahaan dari diri setiap peserta didik serta kultur lulusan SMK yang selalu ingin menjadi pekerja bukan yang mempekerjakan pekerja (wirausahawan).

Tingkat pengangguran lulusan SMK dapat diperkecil dengan melakukan sinergitas yang baik antara IDUKA dengan SMK. Salah satu caranya adalah dengan mengupayakan penyelarasan kurikulum SMK dengan kebutuhan IDUKA. Hal ini tentu bukan hanya sekadar mendidik dan melatih peserta didik saja, namun SMK dapat dikatakan berhasil menyelaraskan dengan IDUKA jika mampu menyalurkan lulusannya kepada IDUKA yang relevan sesuai dengan bidang atau program kompetensinya.

Objek dan Persoalan

Objek yang akan  dibahas kali ini yaitu “Kurikulum SMK dan Hubungannya dengan Kondisi Dunia Kerja”. Pemilihan objek tersebut didasari karena banyaknya masalah yang terjadi dengan lulusan SMK pada saat memasuki dunia kerja. Salah satu hal yang bisa ditelaah yaitu dari kurikulum yang diberikan kepada tiap lulusan SMK itu sendiri. Maka dari itu diambilah objek dan persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *