Kamis, 29 Agustus 2024 – PUI TVET Research Center menyelnggarakan rapat dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar). Dalam rapat ini, kedua belah pihak membahas mengenai pelatihan untuk guru SMK di Jawa Barat. Pelatihan untuk guru, khususnya pada guru SMK ini dinilai sangat penting sebagai upaya peningkatan skill guru dalam mengajarkan keahlian pada bidang teknik. Hal ini karena, pelatihan untuk guru ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas pendidikan dan perkembangan siswa, khususnya pada siswa SMK.
Menurut Ibu Lilis Widaningsih berdasarkan hasil survey, ditemukan bahwa pada program keahlian Teknik Logistik, dan Pendidikan Teknik Otomasi Industri, konsentrasi keahlian dengan keterlibatan guru pada dua program keahlian ini terdapat peningkatan skill yang masih rendah. Sehingga diperlukannya pelatihan untuk meningkatkan skill tersebut.
Disamping itu, ketersediaan guru dalam program keahlian yang masih sangat minim menjadi salah satu hambatan. Sedangkan, konstentrasi keahlian khususnya di Provinsi Jawa Barat ini sangat banyak dan terbagi, sehingga sistem pengelolaannya pun menjadi sulit.


TVET RC berusaha menjawab permasalahan terkait peningkatan skill untuk guru ini dengan menyediakan suatu program pelatihan yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2024. Jenis pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi, Pelatihan Bakery and Pastry, Pelatihan IoT Board (PTOIR), Pelatihan Desain Busana Digital, Pelatihan Warehouse and Distribution Management (Teknik Logistik), dan Pelatihan Estimasi Biaya Konstruksi menggunakan Microsoft Project untuk Guru DPIB.
Pelatihan ini akan berlangsung selama 5 hari dengan metode hybrid yaitu, 3 hari pelatihan secara daring/online dan 2 hari luring (praktik di lab) secara langsung. Penggunaan metode hybrid ini dilakukan agar pelatihan dapat terakomodir dan lebih efisien. Capaian pembelajaran dari pelatihan ini adalah minimal 32 JP.
Dalam pelatihan ini, guru tidak perlu khawatir akan biaya pelatihan. Bapak Edy Purwanto selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan (Diskdik) Jabar menyatakan, pihak Dinas siap mendanai guru dalam mengikuti program ini. Nantinya program pelatihan ini akan Disdik masukkan pada program Reskilling guru SMK.
Sebagai penutup, tercapai kesepakatan bersama antara TVET RC dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Dalam kesepakatan ini TVET RC sebagai fasilitator program pelatihan, yang akan memfasilitasi pelatihan dari mulai instruktur, materi, modul, dan fasilitas lab. Sedangkan, Dinas Pendidikan selaku pemilik program Reskilling guru SMK akan memproses program pelatihan ini agar dapat terlaksana melalui, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provisnsi Jawa Barat.

